Kerelaan Menderita

Renungan Selasa 25 Juli 2017

Bacaan: 2Kor. 4:7-15; Mzm. 126:1-2ab,2cd-3,4-5,6; Mat. 20:20-28

Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. (Mat 20:28)

Dalam Injil Matius diceritakan, Yakobus dan Yohanes menuntut yang terbaik bagi mereka melalui permintaan ibu mereka. Rasul-rasul yang lain menjadi marah kepada kedua saudara itu bukan karena permintaan semacam itu tidak sesuai dengan apa yang dikatakan Yesus melainkan karena masing-masing menginginkan yang terbaik untuk diri sendiri dan merasa tidak senang terhadap Yakobus dan Yohanes yang telah mendahului mereka.

Demikian pula dalam kehidupan kita pada umumnya kita pun selalu menginginkan posisi yang terbaik, yang terhormat dan mulia, yang lebih dari orang lain, yang dihormati dan sebagainya. Tidak dipungkiri juga bahwa sebagian dari kita menganggap bahwa kedudukan merupakan incaran atau ambisi yang harus diraih. Dan semuanya itu beralasan untuk kepentingan diri sendiri.

Di sini kemudian Yesus mencoba membuka mata mereka untuk melihat nilai-nilai Kerajaan Bapa-Nya yang digambarkan pada ayat 25-26 bahwa setiap pengikut Yesus harus melayani satu sama lain. Yesus juga menjelaskan arti dari permintaan mereka tersebut yang tidak mereka sadari konsekuensi dari permintaan mereka yaitu penderitaan. Yesus juga berbicara tentang kesanggupan untuk meminum cawan di mana cawan adalah hidup sebagai hamba dan pelayan, mengorbankan diri demi penebusan dan keselamatan banyak orang. Konsekuensi dari cawan adalah aneka penderitaan, tekanan,dan ancaman sebagaimana dikisahkan oleh Paulus dalam suratnya kepada umat di Korintus.

Yang ingin ditekankan Yesus mengenai permintaan kedua murid-Nya itu adalah jangan kita berfokus kepada apa yang kita peroleh namun mari kita kerjakan apa yang menjadi bagian kita dan menerima konsekuensi dari apa yang kita kerjakan dalam pelayanan ini. Bentuk totalitas dalam pelayanan tampak ketika kita rela menerima konsekuensi dari pelayanan yaitu penderitaan itu. Jadi boleh dikatakan pelayanan yang kita jalani adalah pelayanan yang rela untuk menderita.

Apakah kita memiliki harapan untuk duduk bersama Allah dalam kerajaan-Nya? Sanggupkah kita meminum cawan iman dan hidup kita?

Doa: Tuhan Yesus, terima kasih Engkau sudah wafat bagiku dengan menerima salib sebagai tebusan yang membebaskan aku dari maut. Amin. (EH)

Matthew 20:28