Jangan Sampai Celaka

Renungan Selasa 18 Juli 2017

Bacaan: Kel. 2:1-15a; Mzm. 69:3,14,30-31,33-34; Mat. 11:20-24

Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan daripada tanggunganmu. (Mat 11:24)

Melalui Injil hari ini, saya merasakan suatu teguran yang sangat keras bahkan lebih berupa ancaman dari Tuhan Yesus kepada kota-kota Khorazim, Betsaida dan Kapernaum yaitu kota-kota di mana mereka menikmati pelayanan Yohanes pembaptis dan Tuhan Yesus sendiri.

Ketika merenungkan hal ini, tempat di mana saya hidup, yaitu keluarga, komunitas pelayanan dan di tempat usaha, saya selalu melihat karya Tuhan, mengalami mukjizat-Nya dan setiap saat mengalami penyertaan-Nya, seperti Khorazim, Betsaida dan Kapernaum.

Semua hal yang boleh saya alami bukan karena saya “sudah benar dan sudah baik”, tetapi karena Tuhan memang mau berkarya dalam kehidupan saya, ada banyak hal yang harus saya ubah dalam kehidupan ini, egoisme, emosi dan juga penyerahan diri sepenuhnya kepada kehendak Tuhan menjadi pergumulan yang belum selesai. Firman hari ini menegur dengan keras “jangan sampai aku celaka”, seperti Tirus dan Sidon demikian juga orang-orang yang tidak mengenal Tuhan (Yes 23) dikatakan kalau mengalami karya Tuhan seperti yang sudah saya lihat dan alami mereka telah bertobat.

Doa: Tuhan ampunilah ketegaran hatiku, bersama Roh Kudus yang menolong dan membimbing hidupku, aku akan membuka hati dan bertobat untuk berubah sampai serupa dengan Engkau.

FH

Image result for matius 11:24