Bukan Damai Tapi Pedang

Renungan Senin 17 Juli 2017

Bacaan: Kel. 1:8-14,22Mzm. 124:1-3,4-6,7-8Mat. 10:34-11:1

Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. (Mat 10:34)

Kalau kita merenungkan ayat ini kita mungkin sulit mengerti kenapa Yesus berkata bahwa Dia tidak membawa damai tetapi pedang (yang kalau boleh saya artikan pemisahan). Padahal kita tahu bahwa Yesus adalah Raja Damai. 

Kita harus melihat mengapa terjadi pemisahan dan sering tidak membawa damai? Karena apa yang diajarkan Yesus selalu bertentangan dengan apa yang diajarkan dunia.

Ketika disakiti, dunia mengajarkan balas, balas dan balas kalau bisa lebih kejam, sedangkan Yesus mengajarkan ampuni, ampuni dan ampuni 70 kali 7 kali. Dunia mengajarkan minta, minta dan minta sedang Tuhan Yesus mengajarkan beri, beri dan beri.

Karena itu sering terjadi pertentangan. Misalnya seorang anak yang dipukul temannya tetapi tidak mau membalas karena mengikuti ajaran Kristus ketika pulang, orang tua biasanya malah menyuruh untuk membalas. Bahkan kalau tidak melakukan akan ditambah dengan gelar pengecut, penakut, dan lain-lain.

Sehingga untuk ikut Yesus dengan sungguh-sungguh memang mempunyai banyak tantangan yang tidak bisa dianggap mudah dan cenderung berat. Tetapi Tuhan mengingatkan bahwa mencintai Tuhan harus di atas segala-galanya. Tuhan harus menjadi nomor satu. Yang lain harus menjadi nomer berikutnya.

Kita diminta untuk serius menjalankan perintah-perintah Tuhan dalam hidup kita sebagai anak-anak terang. Tanpa mengasihi Tuhan sebagai hal yang utama kita diingatkan bahwa tidak mungkin kita bisa mengasihi yang lain dengan benar. Pembalasan hanya akan menimbulkan pembalasan, permintaan yang tiada henti akan menimbulkan keserakahan dan penderitaan.

Sepuluh perintah Allah yang diterima Musa; hukum 1-3 adalah untuk Tuhan dan 4-10 adalah untuk manusia. Hukum cinta kasih juga demikian, yang pertama untuk Tuhan dan yang kedua adalah untuk sesama.

Tuhan Harus No 1.

Tuhan juga memberitahukan pada kita bahwa setiap pekerja wajib mendapat upahnya dan berkat sudah disediakan Tuhan bagi kita yang bekerja untuk-Nya. Dan bukan hanya itu siapa saja yang menerima kita maka kita akan menjadi berkat bagi mereka karena ada Yesus dalam diri kita yang mereka terima dan yang akan memberkati mereka.

Doa: Terima kasih Tuhan bahwa Engkau Allah yang setia yang selalu memperhatikan kami anak-anak-Mu, yang selalu melimpahkan berkat bagi kami dan menjadikan kami berkat bagi mereka yang menerima kami karena Engkau. Amin. (VSH)

Image result for matthew 10:34