Apakah Hal Terpenting Itu?

Renungan Minggu 30 Juli 2017

Bacaan: 1Raj. 3:5,7-12; Mzm. 119:57,72,76-77,127-128,129-130; Rm. 8:28-30; Mat. 13:44-52

Demikianlah juga pada akhir zaman : Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertak gigi. (Mat 13:49-50)

Dulu saya mempunyai teman yang sangat polos. Sepulang dari Persekutuan Doa Muda Mudi, dia menanggapi renungan tentang akhir zaman yang disampaikan oleh pembawa firman. Dia berkata, “Aku mau les agama dengan sungguh-sungguh supaya segera dibaptis Katolik. Aku tidak mau jadi orang yang tertinggal di ladang pada saat pengangkatan di akhir zaman! Aku tidak mau terbakar api abadi!” Waktu itu saya hanya tersenyum dan memuji niat baiknya.

Sekarang setiap kali membaca Alkitab tentang surga, neraka, ataupun akhir zaman saya selalu teringat kembali dengan kata-katanya yang polos dan sederhana tapi sesungguhnya sangat bermakna. Dia sudah bisa menentukan tujuan hidupnya adalah surga dan mulai menyusun langkah awalnya.

Dalam Injil hari ini, Kerajaan Surga dijelaskan dengan tiga perumpamaan. Salah satunya diumpamakan sebagai “pukat” yang menjaring ikan-ikan. Sebagai “ikan” yang sudah terjaring di dalam pukat, belum tentu kita sebagai ikan yang segar dan bagus. Bisa saja kita adalah “ikan” yang sebenarnya sudah mati dan busuk sehingga saat seleksi maka kita dicampakkan. Kita bisa saja sangat rajin misa, membaca Alkitab, aktif pelayanan, menyumbang, dll. Melakukan hal-hal tersebut tidak serta merta membuat kita “segar dan bagus”. Bisa saja itu hanya penampakan luarnya dan Allah yang empunya Kerajaan Surga itu sangat mengetahui sampai dengan kedalaman hati kita dan tiada yang tersembunyi bagi-Nya. Jangan sampai kita terlena dengan hal-hal “luar” tersebut sehingga melupakan hal yang terpenting di mata Allah. Apakah hal terpenting itu? (LO)

Image result for the important thing