Tangan Tuhan Menyertai Yohanes

Renungan Sabtu 24 Juni 2017, Hari Raya Kelahiran St. Yohanes Pembaptis.

Bacaan: Yes. 49:1-6; Mzm. 139:1-3,13-14ab,14c-15; Kis. 13:22-26; Luk. 1:57-66,80

Pada hari ini seluruh Gereja Katolik merayakan hari ulang tahun kelahiran Yohanes Pembaptis. Ayahnya bernama Zakharia dan ibunya Elizabeth. Pasutri ini sudah memasuki usia senja tetapi belum dikarunia seorang anak. Tuhan mengasihi umat-Nya. Ia melihat hidup Elizabeth dan Zakharia berkenan kepada-Nya  dan Tuhan memberikan yang terbaik bagi mereka.

Peristiwa kelahiran Yohanes Pembaptis merupakan peristiwa iman, di mana Tuhan menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar. Rahmat itu tidak hanya diperuntukkan bagi keluarga Zakaria dan Elizabeth yang sangat lama menantikan hadirnya seorang anak. Rahmat itu pun dirasakan bagi kita semua, karena ia membuka jalan bagi kehadiran Yesus.

Figur Yohanes ini memang sangat dibutuhkan di dalam gereja saat ini. Yohanes tampil dalam kesederhanaan hati dan kejujuran untuk menyatakan jati dirinya. “Aku bukan Mesias” (Yoh 1:20), demikian jawabnya, ketika beberapa imam bertanya kepadanya. Kejujuran dan keteguhannya untuk menyatakan apa yang benar dan apa yang salah bahkan akhirnya menggiringnya sampai kepada kematiannya.

Belajar dari teladan hidup St. Yohanes Pembaptis:

  • Apakah saya lebih sering mewartakan diri sendiri dari pada mewartakan Kristus dalam pelayananku?
  • Apakah saya semakin kecil dan Dia semakin besar?
  • Apakah  saya  sudah mempersiapkan diri menyambut kedatangan Tuhan?

Doa: Bapa, melalui keluarga Zakharia dan Elizabeth, Engkau menunjukkan pada kami tiada yang mustahil bagi orang yang percaya dan beriman pada-Mu. Semoga kami pun dalam menghadapi masalah dan ujian hidup kami selalu mengandalkan Engkau. Seperti juga teladan hidup St. Yohanes Pembaptis yang senantiasa rendah hati di hadapan-Mu dan sesama karena Engkaulah Tuhan dan juru selamat kami, kini dan sepanjang segala masa. Amin.

IP

Related image