Pujilah Tuhan Hai Jiwaku

Renungan Jumat 23 Juni 2017

Bacaan: Ul. 7:6-11; Mzm. 103:1-2,3-4,6-7,8,10; 1Yoh. 4:7-16; Mat. 11:25-30

Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu. TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.  Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita. (Mzm 103:2-4, 8, 10)

Nyanyian Mazmur ini begitu melekat di hati saya, sejak saya mulai menyukai membaca Alkitab. Sejak usia 18 tahun, saya telah menjadi Katolik, tapi saya tidak mengenal Kitab Suci, sebagai bacaan orang beriman. Dan belum pernah sekalipun jiwa saya memuji nama Tuhan. Belum pernah saya mengatakan bahwa Tuhan itu baik, Tuhan itu pengasih dan penyayang, Tuhan itu pemurah dan sebagainya.

Sebagai manusia lama yang penuh kesalahan dan dosa, melalui seseorang, Tuhan menuntun saya untuk memperkenalkan saya membaca Alkitab dan Mazmur 103 ini sangat menyentuh hati saya, dengan disembuhkan-Nya saya dari sakit. Sejak itu jiwa saya jadi punya kerinduan untuk terus mengucap syukur atas perbuatan Tuhan dalam  hidup saya. Saya jadi sering memuji Tuhan melalui pujian dan penyembahan pribadi.

Hati dan jiwa saya jadi terisi dengan kasih Tuhan yang berlimpah, sehingga saya selalu mengatakan, “Dia sungguh Allah yang tidak memperhitungkan dosa kita, bahkan hidup saya hari demi hari dituntun-Nya dengan kasih setia walaupun dalam perjalanan pertobatan saya masih sering tidak setia. Tetapi Dia adalah Allah yang setia dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang yang takut akan Dia.”

Doa: Tuhan Yesus jangan pernah lepaskan tanganku dari genggaman-Mu, agar aku senantiasa berjalan bersama-Mu dengan kuk yang Kau pasangkan untukku. Amin. (HFS)

Image result for Psalm 103