Mengenali Jejak Tuhan

Renungan Kamis 29 Juni 2017, Hari Raya St. Petrus dan St. Paulus Rasul

Bacaan: Kis. 12:1-11; Mzm. 34:2-3,4-5,6-7,8-9; 2Tim. 4:6-8,17-18; Mat. 16:13-19

Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” (Mat 16:16)

Untuk mampu berkata seperti Petrus dengan penuh iman, bahwa Yesus adalah Anak Allah yang hidup, tidak hanya butuh pengetahuan bahwa Yesus adalah Anak Allah. Pengakuan ini lebih membutuhkan pengenalan pribadi akan Yesus, Sang Allah sendiri. 

Pengenalan ini didapat dari pengalaman iman seseorang dalam perjalanan hidupnya. Dengan iman yang dibentuk dari peristiwa-peristiwa kehidupan, seseorang akan sampai pada satu kesimpulan demi kesimpulan, yang bila ditanggapi dengan terang iman, akan menghasilkan suatu pemahaman tentang ke-Allah-an Yesus Sang Putera.

Pada saat manusia mengalami peristiwa hidup di mana dia merasakan kekecewaan, bahkan kegelapan, tetapi dia memperoleh penghiburan dan harapan dari Injil yang mengatakan: “Akulah Terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup” atau orang datang kepada Yesus saat ia lesu dan berbeban berat, dan terpuaskan, sesungguhnya orang itu telah mengalami ke-Allah-an Yesus.

Yesus tidak berkata, ‘jalanlah ke situ, seperti itulah kebenarannya’. Yesus mengatakan: “Akulah jalan, kebenaran dan hidup”. Dialah Allah, Dialah kebenaran itu sendiri. Semua kebutuhan manusia terjawab di dalam Dia. Dan saat manusia merasa dirinya dikuatkan, diteguhkan dan dibebaskan dari segala beban dunia, dan bila dia dapat berkata dengan penuh iman : ‘kekuatan ini aku dapat dari Yesus, Allahku yang hidup’, maka orang ini adalah orang yang dipenuhi Roh Kudus, sehingga dapat mengenali Allah di dalam Diri Yesus Sang Putra. 

Tidak heran, Yesus menyebut Simon sebagai yang berbahagia karena peka akan pernyataan Bapa di surga. 

Sudahkah kita sepeka Petrus, mengakui dengan hati kita: Yesus adalah Tuhan?

Doa: Ya Yesus, ajar kami mengenal ke-Allah-an-Mu dalam setiap peristiwa yang kami alami setiap hari. Amin (HCLK)