Makna di Balik Kerendahan Hati

Renungan Minggu 18 Juni 2017, Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus

Bacaan: Ul. 8:2-3,14b-16a; Mzm. 147:12-13,14-15,19-20; 1Kor. 10:16-17; Yoh. 6:51-58

Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kau kenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan Tuhan. (Ul 8:3)

Tuhan mengijinkan beberapa pergumulan terjadi dalam hidup kita agar kita lebih rendah hati dan mencari Dia lebih sungguh. Dalam bulan ini saya melihat kepanikan anak saya yang sudah kuliah, untuk mencari tempat magang. Awalnya dengan percaya diri, dia menyatakan diterima di perusahaan ternama di luar kota, tapi hati saya maupun dia sendiri tidak merasa damai dan ternyata untuk magang di tempat itu membutuhkan biaya yang cukup besar sedang kami memiliki keterbatasan dana. Anak saya sempat stres, dia berusaha mencari tempat magang yang lain, dan hasilnya nol, kesedihan berlebihan juga membuat dia tidak konsentrasi dalam mengendarai motor sehingga mengalami kecelakaan. Sungguh beban kami terasa berat rasanya, lalu saya mengajak dia untuk lebih lagi berdoa, lebih lagi mencintai ekaristi. Saya melihat perubahan dalam hidupnya, dia lebih sering berdoa, luar biasa Tuhan menolong tepat pada waktunya, bulan depan dia sudah dapat magang di kota kami. Apakah setiap kita menyadari maksud Tuhan di balik setiap pergumulan hidup kita? (THW)

Image result for rendah hati