Kasih Karunia

Renungan Selasa 20 Juni 2017

Bacaan: 2Kor. 8: 1-9; Mzm. 146:2,5-6,7,8-9a; Mat. 5:43-48

Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan. Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus. (2 Kor 8:2,4)

Saya pribadi sangat terinspirasi dengan bacaan pada hari ini. Bagaimana jemaat di Makedonia dalam keadaan yang tidak bisa dikatakan baik-baik saja di mana kondisi mereka sedang dalam pencobaan berat dengan pelbagai penderitaan, tetapi mereka tetap bersuka cita. Bahkan tidak berhenti sampai di situ, mereka ingin ikut ambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus. Satu hal yang sangat perlu digarisbawahi, dikatakan “supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan”. Mereka rindu untuk memperoleh kasih karunia. Saat mereka ada kerinduan, ada suka cita walaupun apa pun keadaan mereka, ada kemurahan, bahkan terus ingin melakukan pelayanan, karena mereka sudah mengalami kasih karunia Allah dan terus ingin berada di dalamnya.

Saudara terkasih, kita semua tahu bahwa kalau kita mampu mencintai Tuhan, mampu untuk bersuka cita, mempunyai iman dan percaya, itu semua adalah kasih karunia Tuhan. Saya secara pribadi tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi dalam hidup saya, kalau saya tidak mendapat kasih karunia Allah. Kasih karunia juga berarti kuasa Allah yang memberi kemampuan (2 Tes 2:16-17). Kasih karunia Tuhan bukan hanya membuat kita mampu diterima sebagai keluarga Allah, tapi juga kekuatan Allah yang memberi kemampuan. Jemaat di Makedonia sudah merasakan bagaimana suka citanya mereka saat menerima kasih karunia Allah, sehingga apa pun keadaan mereka, tetap bersuka cita dan tetap rindu untuk melayani.

Saya sungguh bersyukur kalau boleh mengalami kasih karunia Allah. Saya masih ingat bagaimana saya mengalami sakit yang tidak ringan. Di mana antibodi saya menyerang ginjal saya. Dalam keadaan yang sangat parah, saya tidak bisa apa-apa, hanya bisa terbaring dengan lemah selama berbulan-bulan. Jika hanya saya sendiri, pasti saya akan sedih, kecewa, berputus asa, stres, putus pengharapan. Tetapi saya sangat bersyukur kalau saya boleh mengalami bulan-bulan yang sangat berat tersebut dengan suka cita dengan tetap berpengharapan. Saya percaya itu bukan karena kemampuan saya, tapi itu semua karena kasih karunia Allah yang sungguh luar biasa bagi saya.

Saudara terkasih, marilah kita semua terus memohon kasih karunia Allah, agar di dalam hidup kita pun, apa pun keadaan kita, bagaimana pun permasalahan persoalan yang kita hadapi, kita tetap bersuka cita dan tetap bersemangat, dan terus terbakar untuk terus melayani Tuhan.

Tuhan memberkati kita semua. 

ADJ

Image result for grace