Golden Rules

Renungan Selasa 27 Juni 2017

Bacaan:Β Kej. 13:2,5-18; Mzm. 15:2-3ab,3cd-4ab,5; Mat. 7:6,12-14

Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. (Mat 7:12)

Kehidupan bersama membutuhkan toleransi dan solidaritas khususnya dalam melayani sesama yang menderita dan berkekurangan. Itulah prinsip dari kekristenan hidup manusia. Sebagai pengikut Kristus kita tidak bisa hanya memikirkan diri sendiri. Karena iman kita menuntut kesaksian hidup dalam perbuatan yang nyata.

Baru-baru ini saya mendapat kejutan dari salah seorang teman kuliah saya yang selama hampir 24 tahun ini tidak ada kabar beritanya. Kami kehilangan kontak satu dengan yang lain, tetapi puji Tuhan tanpa disengaja melalui website SEP dia pernah melihat foto saya sehingga dia berusaha untuk mencari saya melalui berbagai cara. Akhirnya pada 6 April 2017 yang lalu kami berhasil berkomunikasi. Melalui pengalaman saya ini saya hendak mengatakan bahwa bahwa hidup ini demikian sederhana, sesederhana apa yang dikemukakan oleh Tuhan Yesus pada Injil hari ini, β€œSegala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.” Jika kita ingin dihargai, hendaknya kita juga menghargai orang lain. Jika kita ingin diberi, maka hendaknya kita juga memberi, demikian seterusnya.

Hari ini Tuhan Yesus mengajarkan pentingnya keseimbangan dalam perbuatan untuk diri sendiri dan orang lain. Yesus mengharapkan ukuran perlakuan terhadap sesama memiliki parameter yang sama dengan dan untuk diri sendiri karena kita sering melakukan perbuatan lebih banyak untuk kepentingan diri daripada mementingkan orang lain. Hidup adalah sebuah perjuangan, maka marilah kita berjuang mulai dari diri sendiri dengan melakukan hal-hal kecil yang bisa kita lakukan bagi kebaikan sesama kita, selagi kita masih mempunyai tenaga, mempunyai waktu dan mempunyi uang. Kelak ketika kita sudah tidak mampu melakukan, maka orang lainlah akan melakukannya untuk kita, seperti yang dilakukan teman kuliah saya ini, di saat saya sudah tidak tahu harus berbuat apa, dia memberikan bantuan kepada saya karena menurut dia, waktu kuliah dulu saya sering membantu dia, meminjami sepeda motor, memberi pinjaman uang dan lain sebagainya (sejujurnya saya sudah tidak ingat hal itu). Bahkan dia juga ingat saya yang mengajak dia katekumen sehingga dia boleh bangga menjadi murid Kristus dan dia mau berusaha untuk melakukan firman Tuhan dengan melakukan sesuatu bagi orang lain sehingga dia boleh merasa hidupnya menjadi lebih berarti ketika dia bisa membuat orang lain lebih berarti.

Saya merasa bahagia sekali memiliki sahabat seperti dia, seperti apa yang dikatakan oleh Tuhan dalam Injil-Nya, janganlah sampai kita menyia-nyiakan persahabatan. Hendaknya kita bisa seperti Abram dan Lot, kerabat yang hidup dalam damai. Mari kita bertindak yang benar di mata manusia, semoga dengan itu kita pun dibenarkan di hadapan Tuhan.

Tuhan memberkati kita semua. Amin.

LF-G

Image result for Matthew 7:12