Sukacita Gantikan Dukacita

Renungan Jumat 26 Mei 2017

Bacaan: Kis. 18:9-18; Mzm. 47:2-3,4-5,6-7; Yoh. 16:20-23a

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita. (Yoh 16:20)

Perpisahan merupakan salah satu penyebab yang membuat orang bersedih, berduka karena merasa ada suatu yang hilang dalam hidup kita. Itu juga yang dialami oleh para murid Yesus. Sejak Yesus mulai memberitakan tentang kematian-Nya. Mereka jadi bingung, mereka harap-harap cemas memikirkan bagaimana nasib mereka nanti, apa yang akan terjadi setelah ditinggal oleh Yesus. Yesus sangat mengerti akan situasi dan kondisi para murid saat itu. Dalam ayat 20, Yesus mengatakan, “kamu akan menangis dan meratap, kamu akan berdukacita.” Tetapi dalam ayat 22, Dia mengatakan: Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraan itu dari padamu.” Ini kabar baiknya.

Berpisah dengan Yesus membuat para murid mengalami dukacita mendalam namun perjumpaan kembali dengan Yesus membawa kegembiraan sejati dalam hati mereka, sukacita yang tidak bisa dirampas oleh siapa pun dan oleh apa pun. Inilah yang Yesus janjikan.

Yesus menggambarkan perubahan suasana hati yang drastis ini seperti perempuan yang akan melahirkan. Para ibu yang pernah melahirkan anaknya pasti dapat menangkap makna dari gambaran ini. Bagaimana seorang perempuan siap sedia untuk menderita, berkorban dan berjuang dalam penantian dan harapan akan datangnya sang anak. Ketidaknyamanan selama mengandung sembilan bulan lebih, ditambah lagi rasa takut, cemas dan kegelisahan yang dialami sampai saat melahirkan. Hal ini memerlukan ketabahan dan kesabaran apalagi ketika mendekati saat kelahiran. Karena semua ada waktunya, tidak bisa dipaksakan (kecuali prematur atau sectio caesar).

Tetapi semua penderitaan mulai dari saat kehamilan sampai saat melahirkan tidak akan diingat lagi karena luapan kegembiraan dan kebahagiaan atas kelahiran anaknya ke dunia ini.

Begitu juga dalam hidup ini, sering terjadi peristiwa-peristiwa yang membuat kita begitu menderita, mengalami kesedihan, dukacita yang mendalam, merasa tidak bahagia dsb.. Entah karena berpisah dengan orang yang kita cintai, karena kegagalan dalam usaha atau mengalami ketidakberdayaan karena difitnah dan diperlakukan sewenang-wenang dan tidak adil.

Saudara, bagaimana pun keadaannya, macam apa pun situasi ketidakpastian yang terjadi dalam hidup kita, ingatlah janji Yesus dua ribu tahun yang lalu dan yang sudah  digenapi-Nya. Yesus mati disalib namun Dia bangkit dengan mulia. Dia pergi meninggalkan murid-murid-Nya namun Dia datang kembali melihat mereka. Saat indah itu membawa suatu kegembiraan yang sejati. “Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraan itu dari padamu.”

Kabar baik ini tidak hanya memberikan kekuatan dan harapan bagi para murid pada zaman itu. Janji ini juga akan membawa kekuatan dan harapan kepada kita karena Yesus juga mati dan bangkit mulia bagi kita, murid-murid-Nya pada zaman ini. Bahkan Dia tidak datang kembali hanya untuk “melihat kita” tetapi Dia tinggal dalam kita dan menyertai kita selama-lamanya.

Karena itu janganlah berputus asa, apalagi berhenti berharap. Masih ada harapan dan di dalam Tuhan Yesus harapan itu pasti. Kepastian harapan itulah yang membuat kita tetap hidup, tetap berdiri teguh, terus bergerak maju menuju arah yang benar karena di  depan sana Yesus menanti kita dan kita akan alami suatu perjumpaan yang membahagiakan dengan Yesus. Allah dapat kita jumpai bukan di luar dunia ini, bukan nanti di surga, tetapi dapat kita alami saat ini dan sekarang ini. Ada saat di mana kita sungguh-sungguh mengalami Allah yang hidup, yang maha hadir, Allah yang mengasihi kita. Dia bukan Allah yang “tidur di buritan perahu”, tetapi Dia tahu saat angin ribut dan badai gelombang menerpa perahu kehidupan kita. Dia bukan Allah yang tinggal diam tetapi Dia sedang “merenda” untuk menghasilkan suatu karya yang indah, agung dan mulia, bagi kita semua, anak-anak yang dikasihi-Nya dan yang juga mengasihi Dia.

Dia akan mengganti dukacita kita dengan sukacita.

Mari saudara-saudariku, perteguh iman, terus bersatu dalam doa sehingga menjadi suatu simfoni merdu yang menyukakan hati Allah. Tuhan memberkati kita semua. (MFBD)

Image result for john 16:20