Roh Yang Memberi Hidup

Renungan Sabtu 6 Mei 2017 

Bacaan: Kis. 9:31-42; Mzm. 116:12-13,14-15,16-17; Yoh. 6:60-69

Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. (Yoh 6:63)

Kalimat ini sungguh sebuah kalimat yang singkat, jelas, gamblang, dan adalah suatu kenyataan yang saya percaya banyak yang tahu. Tetapi kalau kita lihat di sekeliling kita, bahkan mungkin diri kita sendiri, seringkali kita lupa, lengah, sengaja melupakan, menunda kebenaran, menyangkal atau bahkan tidak percaya.

Bagaimana kita lihat begitu banyak manusia yang tidak mau melepas daging, berat untuk melepas, menunda-nunda, atau bahkan sengaja menikmati semua kedagingan dan tidak ada keinginan untuk melepas. Ada berbagai alasan yang dikemukakan. Mulai dari tidak tahu, tidak percaya, tidak mau, tidak sanggup, tidak bisa dan bahkan tidak percaya.

Memang akan sangat berat bagi kita manusia, untuk melepas dan meninggalkan kedagingan jika hanya mengandalkan diri sendiri. Kita tidak akan mampu jika hanya bergantung pada kekuatan diri sendiri, kita perlu Tuhan. Kita perlu Roh Allah yang ada dalam diri kita untuk melawan dan melepas itu. Kalau pun kita bisa dengan mengandalkan kekuatan diri sendiri, itu hanya bersifat sementara saja.

Pengenalan akan pribadi Allah yang hidup, akan kehadiran Roh-Nya dalam diri kita, akan sangat menentukan bagaimana kita bisa melepaskan kedagingan. Penerimaan akan Roh Allah yang kita terima saat pembaptisan, seringkali tidak membawa dampak, karena kita tidak lagi mengerti, tahu dan tidak merasakan kehadiran-Nya. Pertama yang harus kita lakukan adalah menyerahkan diri kita pada bimbingan Roh-Nya, dengan mengaktifkan kembali peranan Roh-Nya di dalam diri kita.

Suatu kali setelah saya membawakan firman, salah satu yang hadir menghampiri saya dan bertanya, “Saya bisa merasakan bagaimana Anda sangat mencintai Tuhan Yesus. Bagaimana caranya? Bagaimana bisa seperti itu? Apa yang harus saya lakukan supaya saya bisa begitu? Saya sudah berdoa, tapi selama ini yang saya rasakan juga biasa saja dan hanya karena keinginan saya pribadi tanpa ada rasa cinta.” Saya yakin banyak sekali orang yang seperti ini. Dan yang bisa saya katakan hanyalah Roh Kudus yang memampukan kita, yang membuat kita mempunyai relasi pribadi dengan Allah Tritunggal, bukan hanya relasi biasa yang hanya tahu, tapi suatu relasi yang benar-benar hidup, dengan hati dan roh kita. Roh Kudus yang memampukan kita untuk menyadari akan cinta Tuhan, dan memampukan kita untuk mencintai Tuhan. Dan itu adalah suatu kasih karunia, suatu anugrah yang sungguh luar biasa, yang Tuhan berikan pada kita.

Mari minta kepada Roh Kudus, untuk memberikan kasih karunia-Nya kepada kita, agar kita mampu mencintai-Nya. Sehingga kita mau untuk hidup menurut Roh, dan mampu melepaskan kedagingan kita. Supaya kita bisa hidup terus bersama-Nya. Karena hidup, bukan hanya masalah hidup sementara di dunia ini, tapi kita bicara masalah hidup kekal bersama dengan Allah. Tuhan berkati. (ADJ)

Image result for john 6:63