Pelayanan Adalah Panggilan

Renungan Minggu 7 Mei 2017, HARI MINGGU PASKAH IV, Hari Minggu Panggilan

Bacaan: Kis. 2:14a,36-41; Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6; 1Ptr. 2:20b-25; Yoh. 10:1-10

Ketika menerima formulir daftar ulang pewarta BPK-PKK, saya mulai berdoa dan bertanya kepada Tuhan, apa kehendak Tuhan bagi saya untuk menjadi pengajar BPK-PKK? Mengingat ada perubahan ritme pekerjaan, yang menuntut saya harus lebih fokus dalam pekerjaan, di samping itu seandainya saya tidak menjadi pewarta di BPK-PKK pun, masih ada tugas-tugas mengajar dari SEP atau permintaan dari komunitas di mana saya menjadi anggotanya. Selama beberapa waktu saya berdoa untuk mencari kehendak Tuhan, tapi merasa belum ada jawaban. Sampai akhirnya di awal bulan ini, rupanya cukup menumpuknya tagihan-tagihan kulakan bulan lalu di awal bulan ini, membuat saya khawatir dan resah, tetapi di tengah kekhawatiran dan keresahan itu, saya seperti diingatkan kembali akan batas akhir daftar ulang pewarta kurang satu hari lagi, sekaligus undangan Tuhan untuk menanggapinya. Di situ saya diingatkan sabda Tuhan “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Mat 6:33). Di situlah saya belajar menyerah kepada kehendak Tuhan, “Ya Tuhan, jika kehendak-Mu, saya mau dan rela.” Kemudian saya serahkan juga kewajiban-kewajiban yang harus disediakan untuk pembayaran sampai besok. Kalau menurut perhitungan jumlah yang besar yang tidak mungkin dicapai dalam satu hari saja, tetapi saya mohon kepada Tuhan, seperti yang diajarkan Tuhan dalam doa Bapa Kami: “Berilah kami rejeki pada hari ini”. Tuhan itu sungguh ajaib, seharian itu pembeli di toko datang mengalir terus, sampai sore. Setelah dihitung-hitung sampai sore itu kewajiban yang harus disediakan sampai besok tersedia. Dalam hati, saya terus berseru, “Tuhan itu ajaib, puji Tuhan!”

Di sini saya merenungkan kembali bahwa pelayanan adalah panggilan, “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu” (Yoh 15:16). Bukan karena kita layak atau pantas, tetapi semata-mata karena kasih dan kerahiman Allah, yang mau mengikutsertakan kita “bejana-bejana tanah liat” yang lemah dan rapuh ini, untuk melakukan pekerjan-pekerjaan Tuhan bersama-Nya. Dalam tubuh Kristus atau Gereja ini, ada yang dipanggil khusus untuk mengabdi Dia sebagai imam, biarawan, biarawati. Sedangkan bagi kita kaum awam juga dipanggil melayani Tuhan, tanpa melupakan tugas pokok kaum awam untuk bertanggung jawab terhadap keluarga dan pekerjaan. Pelayanan ini adalah anugerah Tuhan semata-mata, sebagai perkembangan dari rahmat sakramen baptis yang kita terima, karena melalui sakramen baptis kita dipanggil untuk ikut serta dalam tugas pelayanan Kristus sendiri sebagai imam (imamat umum, bukan imamat khusus), nabi dan raja.

“Kaum awam, seperti juga semua umat beriman, telah menerima dari Allah tugas kerasulan berkat Pembaptisan dan Penguatan; karena itu mereka mempunyai hak dan kewajiban, baik sendiri-sendiri maupun dalam persekutuan dengan orang lain, untuk berusaha supaya semua manusia di seluruh dunia mengenal dan menerima berita keselamatan ilahi. Kewajiban ini lebih mendesak lagi, apabila orang tertentu hanya melalui mereka dapat menerima Injil dan mengenal Kristus. Dalam persekutuan gerejani kegiatan mereka sekian penting, sehingga kerasulan pastor sering tidak dapat berkembang sepenuhnya tanpa mereka.” (Katekismus Gereja Katolik No. 900). (ET)

Image result for we are called by god