Mengenal Allah

Renungan Sabtu 13 Mei 2017

Bacaan: Kis. 13:44-52; Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4; Yoh. 14:7-14

Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. (Yoh 14:11)

Mengenal orang yang tampak saja sudah tidak mudah apalagi yang tidak tampak. Ada begitu banyak cara untuk mengenal orang lain, bisa secara langsung, melalui tatap muka dan cara tidak langsung, yakni dengan menggunakan media-media yang ada. Tak terhitung yang bernostalgia karena berhasil mengenal kembali orang-orang yang dulu pernah menghiasi hidupnya lewat Facebook, WhatsApp, Instagram dan masih banyak lagi.

Banyak orang saat ini rindu untuk melihat Allah dan berusaha untuk menemukan-Nya. Biasanya ada yang dengan pergi mencari tempat sunyi, berziarah, mengikuti misa penyembuhan dan masih banyak cara ditempuh untuk bisa melihat Allah. Injil hari ini mengajak kita semua untuk belajar mengenal Allah sebagai Bapa melalui Yesus sendiri. Yesus adalah “media” untuk mengenal Bapa. Pengenalan tersebut tentu terjadi karena dalam diri Yesus tidak saja ada kemiripan karakter, sifat dan juga karya tetapi lebih dari itu karena Yesus dan Bapa adalah satu. Yesus berkata, “Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku.”  Modal utama dari segala usaha yang kita lakukan untuk menemukan Allah Bapa yaitu percaya. Percaya pada Yesus sendiri adalah jalan yang utama dan paling mudah dan dengan percaya kepada Yesus kita telah memandang-Nya.

Seringkali yang terjadi, kita cenderung terpusat pada sarana-sarana atau ritual yang kita lakukan. Bisa saja kita adalah orang saleh, rutin berdoa, sering ke gereja, rajin berziarah dan melakukan olah rohani namun apakah kita menyadari bahwa dalam aktivitas itu kita sungguh-sungguh percaya pada Yesus? Apakah kita menyadari bahwa di dalam Yesus kita akan menemukan Allah Bapa? Harus diakui bahwa pengalaman kita akan bapa di dunia ini tidak selalu elok. Ada bapa yang baik, ada bapa yang kejam. Ada bapa yang amat dicintai, ada bapa yang amat dibenci karena tega meninggalkan luka yang mendalam bagi anggota keluarga. Ternyata, ada bapa di dunia ini yang bisa sangat mengecewakan. Tetapi, Bapa di surga itu yang kita kenal melalui Yesus sempurna adanya. Inilah Bapa yang selalu mendengarkan permohonan anak-anak-Nya. Inilah Bapa yang membuat anak-anak-Nya yang percaya, dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Bapa lakukan.

Mulai saat ini mari kita belajar mengenal Yesus secara lebih mendalam, sehingga sungguh-sungguh menemukan Allah. Mari kita juga setia membaca kitab suci karena melalui kitab suci kita dapat mengenal pekerjaan-pekerjaan yang dikerjakan Yesus. Di dalam pekerjaan itu Bapa juga turut bekerja dan menyatakan rahmat-Nya secara nyata di dalam hidup kita. Contoh konkrit di kehidupan kita adalah hati nurani dan kasih. Dengan mengenal dan percaya pada Yesus, kita akan mempunyai suara hati yang sehat dan baik yang mana merupakan suara Allah sendiri sehingga kita mampu menghasilkan buah kasih yang sempurna melalui ucapan dan tindakan dalam kehidupan kita sehari-hari di mana Yesus sendirilah sumbernya.

Tuhan memberkati.

LF-G

Image result for knowing god