Membagi Kasih di Tengah Himpitan

Renungan Sabtu 20 Mei 2017

Bacaan: Kis. 16:1-10; Mzm. 100:1-2,3,5; Yoh. 15:18-21

Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu. (Yoh 15:18-19) 

Yesus mengingatkan para murid tentang konsekuensi menjadi murid-Nya. Akibat dari pilihan untuk mengikuti Yesus adalah bahwa mereka akan mengalami apa yang Yesus sendiri alami, yakni mereka akan dibenci, bahkan dianiaya oleh dunia. Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu… Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu” (Yoh 15:18,20). Semuanya ini terjadi karena mereka yang ada dalam dunia itu tidak mengenal Allah. Namun apabila mereka telah mengenal Allah dan menuruti firman-Nya, mereka juga akan mengikuti perkataan para murid.

Pilihan kita melangkah untuk mau menjadi murid Yesus adalah pilihan untuk hidup dalam terang dan kebenaran Sabda-Nya. Pilihan ini sekaligus mengandung tugas dan tanggung jawab bagi kita untuk membawa terang dan kebenaran itu bagi dunia. Mulai dari keluarga, pekerjaan, berbagai jenis pelayanan di gereja dan lainnya, yang kita geluti setiap hari dengan berbagai masalah. Belum lagi kita atau saudara kita yang harus menghadapi perlakuan tidak seharusnya karena banyaknya perbedaan mulai dari warna kulit, ras, agama, politik dan lain lain, yang sering membuat hidupnya ketakutan, jadi sasaran, terpojok, dipersalahkan, bahkan penganiayaan fisik dan batin.

Jalan ini adalah jalan penderitaan, sebab kita sebagai murid Kristus tak bisa melepaskan diri dari masalah sehari-hari, dengan dikecewakan, kejadian yang membawa kita dalam kesedihan, penderitaan hidup, juga cemoohan, kebencian dan penganiayaan dunia dari sekeliling kita .Namun jalan ini bukan jalan kesia-siaan. Bila kita mengimani ada kekuatan dan kegembiraan seperti yang dialami para murid dalam penderitaannya, mereka mampu hayati hidup mereka dalam kesatuan dengan penderitaan Yesus sendiri. Dibuktikan para murid Yesus bersuka cita bila dalam kesaksiannya, kemampuan, pemahaman hidup sebagai murid Yesus bukan hanya dihayati tetapi dijalani.

Figur baru murid Kristus kita dapat melihat sosok gubernur non aktif DKI, di mana kita bisa melihat iman dan sikap hidupnya memberikan contoh sebagai murid Yesus yang ada pada masa kini . Dia harus menerima suatu kondisi yang dipersalahkan , dihujat, dihakimi dan dijatuhi hukuman tanpa melakukan perlawanan dan pembalasan, tetapi terus melakukan tugasnya melayani yang membutuhkan meskipun dirinya dalam himpitan. Hidupnya hanya bagi dunia ini bertobat dan masyarakat damai memperoleh kesejahteraan sosial bagaikan Yesus peduli memberi makan dan hidupnya dalam terang Sabda Tuhan.

Para murid Yesus 2000 tahun yang lalu, Stefanus, Petrus dan Paulus tetap dapat bersukacita dalam penderitaan karena iman mereka kepada Yesus. Mereka  seperti Yesus hidup menginjil dalam perbuatan dan bukti hidup yang mengungkapkan adanya  misteri kekuatan di dalam penyerahan total pada Roh Kudus.

Seperti yang tertulis “Jikalau dunia membenci kamu ingatlah bahwa ia telah lebih dulu membenci Aku dari pada kamu”. Di ayat ini jelas bahwa Tuhan sudah terlebih dahulu merasakan kebencian, himpitan, disakiti, dikucilkan, dituduh, tetapi Ia Tuhan kita Yesus tetap kuat untuk menghadapinya serta masih membagi kasih-Nya ketika memanggul salib dan di atas kayu salib kepada orang-orang di sekelilinginya.

Terima kasih Allah Bapa di surga.

WN

Image result for John 15:18