Iman dan Perbuatan Yang Menyelamatkan

Renungan Selasa 23 Mei 2017

Bacaan: Kis. 16:22-34; Mzm. 138:1-2a,2bc-3,7c-8; Yoh. 16:5-11

Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. (Kis 16:25)

Shalom sahabat-sahabat SEP dan KEP.

Damai sejahtera Kristus beserta kita semua.

Bacaan liturgi gereja hari ini mengingatkan kita semua, sudahkah aku menjalani hidup dengan mempercayai Firman Tuhan yang tercermin melalui perkataan dan perbuatanku?

Dalam bacaan pertama, kita bisa belajar dari Paulus dan Silas, iman dan  perbuatannya tercermin dalam hidupnya.

Karena tentangan orang-orang Filipi, Paulus dan Silas ditangkap, didera dan dimasukkan penjara dengan kaki yang dipasung dengan rantai. Mereka tidak tampak sedih atau takut. Bahkan saat tengah malam, Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan pujian yang cukup keras sehingga didengarkan oleh orang-orang yang ada di penjara. Mukjizat terjadi. Terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah. Seketika itu juga semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.

Ketika kepala penjara itu terjaga dari tidurnya dan melihat pintu-pintu penjara terbuka, ia menghunus pedangnya hendak membunuh diri, tetapi Paulus mencegahnya.

Terjadi percakapan antara Paulus dan kepala penjara. Kemudian kepala penjara mengantar mereka ke luar, sambil berkata: “Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?” Jawab mereka: “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.” Lalu mereka memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya. (Kis 16:30-32). Kepala penjara dan seluruh keluarganya dibaptis.

Iman dan perbuatan Daud si Pemazmur juga tercermin dalam perilaku hidupnya, seperti yang tertulis di Mazmur138.

Sudahkah aku menjalani hidup dengan mempercayai Firman Tuhan yang tercermin melalui perkataan dan perbuatanku?

Tuhan Yesus telah memberikan Roh Allah, Roh Kudus, Sang Penghibur untuk menolong kita, sehingga kebenaran Firman yang kita imani dan tampak dalam perbuatan kita, akan terjadi dalam hidup sehari-hari kita.

Orangtua saya bukan pengikut Kristus. Saya dibaptis tahun 1984. Ketika seorang adik saya dibaptis, Mama saya marah besar. Mama berbicara kepada saya agar jangan bawa semua saudara ke gereja, kalau nanti Papa Mama tidak ada, siapa yang menyembahyangi.

Setiap hari, dalam doa pribadi, ayat di Kisah Para Rasul 16:31 saya ungkapkan di hadapan Allah. “Terima kasih Bapa, Dikau tahu aku percaya kepada Tuhan Yesus Kristus dan aku telah diselamatkan, bahkan bukan aku saja, tetapi Dikau selamatkan juga seisi rumahku, seluruh keluargaku. Terima kasih Bapa…”

Tidak hanya doa, tetapi perlu Kabar Baik disampaikan lewat perkataan dan perbuatan kita, sehingga secara perlahan-lahan terjadi perubahan sikap orangtua kami. Dari yang semula menolak, terjadi perubahan sikap, mulai mau ikut Misa maupun acara Natalan. Ketika ditawarkan untuk terima baptis, Beliau menolak. Saat Papa sakit, di doa syafaat para guru dan pengurus SEP, terungkap, bahwa Papa ada di tangan Tuhan dan tidak ada yang dapat merebutnya. Dua hari sebelum Papa meninggal, seorang ipar mendapat penglihatan, Papa ada di pangkuan Tuhan Yesus. Saat Papa meninggal, Mama minta seluruh prosesi sampai di pemakaman, dilakukan secara Katolik. Pada tahun 2014, dalam usia 88 tahun, Mama minta sendiri untuk dibaptis.

Doa: Terima kasih Allah Bapa di surga, Dikau genapi Firman-Mu dalam kehidupan kami, sehingga kedua orangtua kami telah Dikau selamatkan. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara Kami, yang hidup dan berkuasa, dalam persekutuan dangan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa. Amin.

Tuhan Yesus mengasihi dan memberkati kita semua. (HLTW)

Image result for Acts 16:25