Hamba dan Tuan

Renungan Kamis 11 Mei 2017

Bacaan: Kis. 13:13-25; Mzm. 89:2-3,21-22,25,27; Yoh. 13:16-20

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya. (Yoh 13:16)

Sekitar dua tahun yang lalu, suami saya sering mempunyai kegiatan di luar kota dengan maksud menambah penghasilan keluarga. Seringkali saya ingatkan apabila bekerja di luar kota harus memperhitungkan biaya hidup, sedangkan pekerjaan di rumah (kami punya toko) bila ditekuni dan dikerjakan sendiri jauh lebih baik. Namun suami saya keras kepala, dia mencoba juga keluar kota dan hasilnya malah minus. Hal ini membuat saya merasa sombong, karena selama ditinggal kerja di luar kota, toko yang saya kelola mulai ada hasil.

Saat suami pulang bukannya, karena toko yang saya kelola sudah menghasilkan, semakin membuat saya semakin sombong. Saya merasa mampu bekerja sendiri tanpa suami saya.

Ketika membaca ayat dari Yohanes 13:16, saya merasa diingatkan oleh Tuhan bahwa saya hanyalah seorang hamba. Seorang hamba tidak berhak menjadi sombong. Sebagai hamba, saya harus melihat bahwa Tuhanlah yang telah membuat saya mampu mengerjakan pekerjaan-pekerjaan itu. Dari saat itu, saya mencoba berdamai dengan diri saya sendiri, dengan suami, dan menyadari bahwa Tuhanlah yang memimpin saya untuk melewati masa-masa yang sulit. Tanpa belas kasih Tuhan, saya tidak akan mampu melewati semua itu. Semoga berkat Tuhan melimpah atas kita semua. Amin. (DL)

Image result for John 13:16