Doa Yesus Bagi Kita

Renungan Minggu 28 Mei 2017, HARI MINGGU PASKAH VII, Hari Minggu Komunikasi Sedunia

Bacaan: Kis. 1:12-14; Mzm. 27:1,4,7-8a; 1Ptr. 4:13-16; Yoh. 17:1-11a

Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu (Yoh 17:8-9)

Kita bersyukur karena hari ini dapat mendengarkan sebagian Firman (Yoh 17:1-11a) yang diambil dari Doa Yesus untuk para murid-Nya (Yoh 17:1-26). Ada tiga bagian dari Doa Yesus ini.

I. Doa Yesus bagi diri-Nya (Yoh. 17: 1-5).

Doa ini dibuka dengan kerelaan Yesus untuk mengerjakan tugas di dunia yang diberikan Bapa di Surga. Tugas Yesus adalah melaksanakan karya keselamatan bagi dunia, melalui jalan salib untuk menebus dosa manusia. Dengan menyelesaikan tugas tersebut, Tuhan Yesus telah mempermuliakan Bapa di Surga.

II. Doa Yesus untuk para murid-Nya (Yoh 17:6-19).

Dalam bagian ini, secara jelas Yesus menyatakan, para murid-Nya adalah milik Allah yang telah diberikan kepada-Nya. Para murid-Nya telah menerima dan menuruti Firman Allah yang telah disampaikan-Nya kepada mereka. Para murid benar-benar mengetahui dan percaya bahwa Yesus datang dari Allah, Allah telah mengutus Yesus ke dunia dan Yesus juga mengutus para murid-Nya masuk ke dalam dunia. Tentu Yesus mengetahui bahwa dunia yang berada dalam “genggaman si jahat” yang selalu membenci mereka. Namun Yesus tidak meminta agar mereka “ditarik” dari dunia. Bahkan Yesus berdoa memohon kepada Bapa agar melindungi para murid-Nya dari dunia yang membenci mereka dan dari mereka yang jahat.

III. Doa Yesus untuk gereja (Yoh 17:20-26).

Yesus tidak hanya berdoa bagi para murid-Nya saja, tetapi juga untuk Gereja yaitu orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus karena pemberitaan para murid-Nya. Yesus ingin agar Gereja menjadi satu. Melalui kesatuan ini, dunia akan percaya Yesus telah diutus Allah Bapa dan dunia akan mengenali bahwa Allah Bapa mengasihi mereka yang percaya kepada Tuhan Yesus.

Bila kita merenungkan dan menghubungkan doa Yesus dengan pelayanan kita, terutama tugas perutusan kita, maka doa Tuhan Yesus ini menyadarkan kita semua bahwa kita harus menyelesaikan tugas perutusan yang diberikan oleh Tuhan Yesus sendiri dengan baik untuk kemuliaan Bapa di Surga.

Tuhan mengutus kita melayani ke dunia. Walaupun kita diutus ke dunia yang berada dalam “genggaman si jahat”, yang memusuhi dan membenci kita, namun kita tidak diajak menarik diri dari dunia. Justru Tuhan Yesus meminta Bapa di surga melindungi kita agar kita dapat melakukan tugas perutusan kita, mewartakan Injil, menjadi saksi Kristus dan membagikan kasih Allah kepada sesama kita di dunia ini.

Dan di samping berdoa kepada Bapa untuk melindungi kita; para murid-Nya, Tuhan Yesus juga berdoa bagi gereja-Nya, agar gereja bersatu.

Berkaitan dengan pelayanan, beberapa tahun yang lalu saya pernah berniat meninggalkan pelayanan karena saya hanya fokus pada masalah saya sendiri. Bukan menyelesaikan tugas untuk kemuliaan Bapa di surga. Pada waktu itu, seolah-olah hanya saya sendiri yang mempunyai masalah yang paling berat dalam keluarga dan usaha pekerjaan. Bahkan ketika menghadapi masalah anak, saya seperti “gajah diblangkoni” – iso khotbah ora iso nglakoni – bisa kotbah tidak bisa menjalankan.

Namun Tuhan itu baik. Dia terus memberi kesempatan kepada saya untuk fokus pelayanan bagi kemuliaan Bapa di Surga. Dia senantiasa memberi kekuatan kepada saya untuk dapat menghadapi masalah-masalah saya, terutama melalui sharing dan sikap hidup para sahabat di wilayah/lingkungan maupun di SEP serta bersekutu dan bersatu dengan mereka di dalam komunitas.  Bahkan lewat sebuah lagu, Dia juga menanamkan janji-Nya di hati saya, yang senantiasa membuat saya percaya bahwa Dia tidak pernah akan meninggalkan saya sendirian.

Tuhan tak pernah janji, langit selalu biru.
Tetapi Dia berjanji, selalu menyertai.

Tuhan tak pernah janji, jalan selalu rata.
Tetapi Dia berjanji, berikan kekuatan.

Jangan pernah menyerah, jangan berputus asa.
Mukjizat Tuhan ada, saat hati menyembah.

Jangan pernah menyerah, jangan berputus asa.
Mukjizat Tuhan ada, bagi yang setia dan percaya.

Tuhan Yesus, terima kasih untuk kesempatan yang Engkau berikan kepada saya untuk melakukan tugas pelayanan bagi kemuliaan Bapa di Surga. Meskipun dalam melaksanakan tugas pelayanan, kadang-kadang kebutuhan duniawi menggoyahkan hati saya, namun Engkau selalu memberi saya kekuatan melalui sikap hidup dan sharing para sahabat saya. Terima kasih Tuhan Yesus akan janji-Mu untuk senantiasa menyertai saya dalam menghadapi setiap masalah. Amin.

Tuhan memberkati.

Set

Image result for John 17:8-9