Berbalik Kepada Allah Yang Hidup

Renungan Senin 15 Mei 2017

Bacaan: Kis. 14:5-18; Mzm. 115:1-2,3-4,15-16; Yoh. 14:21-26

“Hai kamu sekalian, mengapa kamu berbuat demikian? Kami ini adalah manusia biasa sama seperti kamu. Kami ada di sini untuk memberitakan Injil kepada kamu, supaya kamu meninggalkan perbuatan sia-sia ini dan berbalik kepada Allah yang hidup, yang telah menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya.” (Kis 14:15)

Kerap kali manusia hanya memusatkan perhatian pada sesuatu yang nampak saja; hanya bisa melihat yang nampak dan mementingkan apa yang ditampilkan ke luar saja. Seperti yang tampak dalam bacaan pertama, jemaat di Likaonia hanya terkesan pada apa yang dilakukan Paulus dan Barnabas secara lahiriah, yaitu penyembuhan-penyembuhan yang mereka kerjakan. Isi pesan Injil yang disampaikan kedua Rasul kurang ditangkap oleh jemaat di Likaonia. 

Kita pun sering hanya sanggup mencerna apa yang kita lihat dan memberi makna sebatas yang kita ketahui. Banyaknya pemberitaan-pemberitaan yang beredar dalam media sosial akhir-akhir ini, yang berkenaan dengan situasi yang terjadi di dalam negara kita, merupakan cerminan betapa orang begitu terkesan pada apa yang tampak (atau yang dibaca). Tanpa mengkaji lebih dalam akan dampaknya atau bahkan apakah berita itu benar atau ‘abal-abal’, langsung berita itu diteruskan kepada yang lain. Tak heran, banyak opini di masyarakat yang semakin bias dari kebenaran. Kesalahan fakta dan kebencian disebar luaskan, sehingga timbul kotak-kotak dalam masyarakat.

Seandainya kita bisa berlaku lebih bijak, maka kita akan mencoba mendengar pesan Tuhan di balik berita yang tersebar: apa dampak berita itu, apakah berita itu membawa perpecahan dan kebencian yang semakin tajam, atau mungkin berita itu akan membawa banyak keresahan di sekitar kita.

Lupakah kita bahwa murid-murid Kristus harus menjadi pembawa damai dan ketenteraman? Bahwa murid-murid Kristus harus membawa kabar sukacita dan cinta kasih di mana pun dia berada, termasuk dalam lingkaran sosial media?

Di sinilah peran Roh Kudus yang mengingatkan dan mengajar kita, sangat diperlukan. Yesus sungguh tahu kelemahan kita, dan Dia mengutus Roh Kudus untuk menjadi pembimbing dan penunjuk jalan bagi kita semua. Roh inilah yang akan membisikkan kepada kita, setiap perintah Sang Guru. Roh ini juga yang akan menegur kita saat kita melupakan karakter murid Kristus yang penuh kasih dan penguasaan diri.

Marilah kita belajar peka akan tuntunan Guru kita melalui Roh Kudus-Nya. Kajilah lebih dahulu segala sesuatu, sebelum kita menjadi bagian dalamnya. Sebagai murid Kristus yang dewasa, kita bertanggung-jawab akan setiap perbuatan kita.

Marilah kita berbalik kepada Tuhan dalam arti memegang perintah-Nya sebagai pedoman hidup kita.

Doa: Tuhan Yesus, berilah kami roh kebijaksanaan agar kami dapat membedakan mana yang berguna dan baik bagi sesama dan mana yang tidak. Amin. (HLCK)

Image result for turn back to God