Yesus Menunggang Keledai

Renungan Minggu 9 April 2017, HARI MINGGU PALMA MENGENANGKAN SENGSARA TUHAN

Bacaan: Bacaan Perarakan : Mat. 21:1-11. Yes. 50:4-7; Mzm. 22:8-9,17-18a,19-20,23-24; Flp. 2:6-11; Mat. 26:14-27:66

Mesias dalam pandangan dan harapan bagi masyarakat Yahudi adalah sosok seorang raja yang kuat, gagah perkasa, menunggang kuda yang kuat diiringi bala tentara untuk berperang dan mengalahkan penjajah bangsa Romawi. Namun gambaran itu menjadi keliru ketika Mesias yang diharapkan adalah sosok Yesus yang memasuki kota Yerusalem dengan menunggang keledai muda pinjaman dan dalam kesederhanaan.

Hai putri Sion. Lihatlah, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda. 

Ketika Yesus masuk ke Yerusalem, Ia disambut dengan meriah. Masyarakat menghamparkan pakaian, ranting pohon di sepanjang jalan dan melambai-lambaikan daun palma serta berseru-seru, “Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel.”

Daun palma adalah lambang kebaikan, kemenangan, kesuburan dan perlindungan. Itulah harapan bangsa Israel.

Sedangkan keledai adalah binatang yang dikonotasikan sebagai binatang yang lamban, lemah dan bodoh jika dibandingkan dengan kuda atau gajah yang kuat dan gagah. Di sisi lain keledai memiliki sifat yang tidak pemalas dan mampu memikul beban berat walaupun pada jalanan yang menanjak di pegunungan sehingga kekuatan keledai bisa melebihi seekor kuda. Keledai binatang tunggangan yang berharga untuk dipakai dalam masa damai, sedangkan kuda dipakai untuk berperang. Keledai adalah lambang kesabaran, kelembutan, ketaatan, kerendahan hati, kemiskinan, kesederhanaan namun tangguh.

Yesus menunggang keledai muda dan pinjaman, hal ini memberi pesan bahwa Yesus datang dengan membawa misi damai dan bukan untuk berperang, tetapi Ia datang membawa cinta kasih, pengampunan dan pengorbanan.

Misi cinta kasih yang bertolak belakang dengan akal dan alam pikir dunia mendapat retensi yang kuat dari para penguasa dan orang-orang yang telah mapan dan nyaman. Hal itu menjadi tugas, beban berat dan penderitaan bagi Yesus.

Namun seberat dan berisiko apa pun, Yesus tetap setia dan taat pada Bapa yang mengutus-Nya, walaupun ujung dari penderitaan itu adalah kematian-Nya di kayu salib. Penderitaan dan kematian sebagai wujud kesetiaan, ketaatan dan cinta kepada Bapa dan cinta-Nya kepada bangsa-Nya dan seluruh umat manusia. Namun penderitaan dan kematian-Nya bukanlah sia-sia, karena Yesus dibangkitkan dari orang-orang mati .

Demikian makna dan pesan Minggu palma, kita diajak untuk bersabar, rendah hati, tekun, tetap setia dan taat serta kuat di dalam menghadapi segala persoalan dan penderitaan dalam kehidupan. Walau tidak jarang kita begitu takut, namun Tuhan Yesus akan selalu menyertai kita dalam melintasi segala masalah dan penderitaan. Bersama Tuhan Yesus kita akan dibangkitkan. Hosana! (FXST)

Image result for Jesus rides into Jerusalem