Yesus Menampakkan Diri

Renungan Kamis 20 April 2017

Bacaan: Kis. 3:11-26; Mzm. 8:2a,5,6-7,8-9; Luk. 24:35-48

“Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada padaKu.” (Luk 24:39).

Pada saat Yesus didera dan disalib oleh orang-orang Yahudi, para murid-Nya merasa ketakutan bercampur galau karena Yesus yang selama ini diikuti, dipercaya dan diagung-agungkan sebagai pemimpin dan raja; disiksa, didera dan mati di kayu salib.

Tiga hari setelah pemakaman-Nya, para Rasul mengetahui bahwa kubur-Nya telah kosong, dan mereka menyangka bahwa jenazah Yesus dicuri oleh orang lain. Walaupun para Rasul sudah menerima kesaksian dari Maria Magdalena, Maria Kleopas, Maria Salome dan Maria ibu Yakobus bahwa Yesus telah bangkit, namun para murid-Nya masih belum mengerti apalagi mau percaya bahwa Yesus telah bangkit. Sebab itu mereka sangat terkejut dan heran ketika mereka melihat Yesus yang dengan tiba-tiba hadir di hadapan mereka dan berkata: “Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku.”

Setelah Yesus menampakkan diri kepada para murid-Nya, dan mereka telah melihat dengan mata kepalanya sendiri, barulah mereka menyadari dan percaya bahwa Yesus benar-benar telah bangkit dan hidup. Hal ini juga sebagai penggenapan dari apa yang pernah dikatakan-Nya jauh sebelum, peristiwa kebangkitan itu sendiri terjadi.

Kebangkitan Yesus inilah salah satu yang membedakan iman Kristiani dengan agama lainnya, yaitu Allah kita umat Kristiani adalah Allah yang dekat, bisa dilihat, diraba dan dirasa, bukan Allah yang jauh dan hanya dalam angan-angan. Kebangkitan Yesus dari antara orang mati adalah membuktikan bahwa Yesus benar-benar manusiawi dan sekaligus Ilahi yang tidak dikuasai maut.

Sayangnya mukjizat terbesar itu sampai hari ini masih saja menimbulkan keraguan bagi beberapa orang, sehingga mereka masih belum mau percaya pada fakta kebenaran yang ada dalam Injil. Sabda-Nya hari ini mengingatkan serta menuntut agar saya bukan hanya sebatas sebagai saksi Kebangkitan Yesus semata, tetapi sekaligus seharusnya dapat menghadirkan Kristus yang hidup secara nyata dalam setiap perbuatan kasih kepada setiap orang yang saya jumpai. Dan secara lebih khusus kepada mereka yang masih belum mengenal Yesus.

Tetapi apa yqng terjadi, terkadang saya masih membuat orang lain kurang merasa nyaman, terlebih ketika saya dikecewakan atau kehormatanku diganggu. Seharusnya saya lebih belajar rendah hati dan tidak perlu merasa tersinggung didalam pergaulan jika saya sungguh menyadari bahwa semua peristiwa yang terjadi di dalam kehidupanku adalah karena penyelenggaraan Allah sendiri. Oleh karena itu usaha untuk menghadirkan Yesus perlu saya perjuangkan secara terus menerus dengan melibatkan pertolongan Roh Kudus.

Oleh karena itu, sebagai murid-murid Yesus, marilah kita selalu berusaha terus menerus dengan sungguh-sungguh untuk selalu menghadirkan Yesus di dalam kehidupan harian kita, antara lain dengan cara menghormati martabat setiap orang yang kita jumpai, sehingga mereka juga mengalami Yesus yang hidup. (JHS)

Image result for Luke 24:35-48;