Tidak Ada Yang Mustahil

Renungan Jumat 28 April 2017

Bacaan: Kis. 5:34-42; Mzm. 27:1,4,13-14; Yoh. 6:1-15

Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: “Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?” Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya. (Yoh 6:5-6)

Dalam pelayanan, saya sering bertemu dengan orang yang sedang mengalami kesulitan. Mereka sangat membutuhkan bantuan baik secara material maupun spiritual. Dalam suatu kasus tertentu, saya merasa tidak berdaya mengantar mereka keluar dari belitan masalah mereka. Di mana kebutuhan hidup sepasang suami istri dengan tiga orang anak yang masih kecil. Sedangkan suami bekerja dengan standar gaji UMR dan istri sebagai ibu rumah tangga mengatur dan menjaga anak-anaknya. Kesulitannya adalah penghasilan yang tidak mencukupi kebutuhan keluarga mereka yang hidup di kota besar. Situasi ini sering menggoda saya untuk menyerah pada keadaan, walaupun disertai rasa bersalah.

Bagaimana kita harus memulai untuk mengalami mukjizat Tuhan?

Yesus mengajak para murid untuk melihat kemungkinan di balik keputusasaan mereka.

Yesus mengajak para murid untuk mulai dengan yang kecil dan sedikit itu, memulai pelayanan mereka dengan apa yang ada pada mereka, walau kecil dan sedikit, walau cuma lima roti dan dua ikan.

Dan ketika mereka mau memulai karya mereka dengan yang kecil dan sedikit itulah, mereka justru menyaksikan mukjizat Tuhan. Andaikan mereka enggan memulai dengan yang kecil dan sedikit itu, barangkali mereka tidak akan pernah menyaksikan mukjizat Tuhan hari itu.

Mencari talenta dan potensi, lalu kita bawa dalam doa.

Dalam karya pelayanan, kita mengalami situasi-situasi yang sulit terpecahkan. Banyak orang menjadi pesimis seperti Filipus dan Andreas. Reaksi ini muncul karena kita terlalu fokus pada kekurangan, keterbatasan diri sendiri dan keterbatasan orang yang kita layani.

Mukjizat penggandaan lima roti dua ikan menantang kita untuk mencari, menemukan dan membawa kepada-Nya yang sudah mereka miliki.

Kita cari potensi, talenta, kemampuan orang yang kita layani. Kita bawa dalam doa dengan penyertaan kuasa Tuhan. Semoga mereka dapat melakukan apa yang tidak bisa mereka lakukan sendiri.

Sebagai murid-murid Yesus, kita harus belajar dan percaya bahwa dalam Yesus Kristus tidak ada yang mustahil.

Tuhan memberkati.

SWK

Image result for John 6:1-15;