Tetap Mengasihi

Renungan Rabu 12 April 2017

Bacaan: Yes. 50:4-9a; Mzm. 69:8-10,21bcd-22,31,33-34; Mat. 26:14-25

Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.” (Mat 26:21)

Injil hari ini sangat menarik. Ketika Tuhan Yesus sedang mempersiapkan diri untuk menggenapi rencana keselamatan Allah bagi segenap umat manusia (Mat 26:17-19), Yudas juga mempersiapkan diri untuk mengkhianati Yesus. Yudas mempersiapkan diri untuk menjual Gurunya. Yudas mempersiapkan diri untuk menggenapi rencana iblis (Mat 26:14-16).

Tentu Tuhan Yesus mengetahui rencana jahat Yudas Iskariot itu. Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.” (Mat 26:21).

Mengapa Yudas mengkhianati Yesus? Apakah karena uang (Mat 26:14-15)? Itu salah satunya. Selain uang, Yudas mengikuti Yesus karena ambisi kekuasaan. Yudas menginginkan Yesus Sang Mesias menjadi pemimpin politik. Bila Yesus berkuasa, Yudas berharap mendapatkan kedudukan terhormat menjadi seorang pengatur keuangan Yesus.

Namun kenyataannya, Yudas mendengar sendiri ketika Yesus mengatakan; Ia harus mati sebagai tebusan bagi banyak orang (Mat 20:28). Yesus Sang Mesias harus mati. Keyakinan Yudas bahwa Sang Mesias akan melakukan revolusi, mengangkat senjata membebaskan bangsa Yahudi dari penjajahan Romawi hilang lenyap. Ambisi Yudas musnah. Ia mengkhianati Gurunya sendiri.

Meskipun Yudas berkhianat, Yesus pasti tetap mengasihi Yudas karena Ia adalah Sang Kasih. Seandainya Yudas mau datang kembali kepada Yesus, seperti Petrus, pasti Yesus akan mengampuni dan mengasihinya.

Rasa dikhianati pernah saya rasakan begitu mendalam. Saya sakit hati ketika anak yang saya sayangi tidak mempercayai nasihat saya dan isteri saya sehingga akhirnya ia mengalami suatu masalah. Namun Tuhan Yesus sungguh baik, besar kasih-Nya. Ketika luka batin terjadi pada diri saya, Ia mengobati saya dengan memutar kembali rekaman akan segala keceriaan, kebahagiaan, sukacita yang kami alami bersama anak saya.

Sampai sekarang Tuhan Yesus terus mengobati dan memroses kesembuhan luka batin saya, melalui cucu saya yang sehat, lucu, penuh kegembiraan. Karena kasih Tuhan Yesus, maka kami; saya dan isteri saya dapat mengampuni dan mengasihi kembali anak saya. Hanya kasih dan pengampunan Tuhan Yesuslah yang selalu mengobarkan harapan di hati kami, pasti anak kami akan yang dapat berubah menjadi lebih baik dan dapat menyenangkan hati Tuhan. 

Tuhan Yesus, Engkau sungguh Allah yang heran dan besar, penuh kasih dan kuasa. Engkau terus memroses kesembuhan luka batin kami dengan keceriaan, kebahagiaan dan sukacita yang terpancar pada cucu kami. Terima kasih Tuhan Yesus untuk kasih dan pengampunan yang telah Engkau berikan kepada kami, khususnya kepada anak kami. Berilah kami selalu harapan bahwa anak kami akan dapat berubah menjadi lebih baik dan menyenangkan hati-Mu. Amin.

Tuhan memberkati.

SET

Image result for Matthew 26:21 sold him