Rendahkan Dirimu

Renungan Selasa 25 April 2017, Pesta St. Markus

Bacaan: 1Ptr. 5:5b-14; Mzm. 89:2-3,6-7,16-17; Mrk. 16:15-20

Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. (1 Ptr 5:6)

Dalam bacaan pertama Rasul Petrus mengatakan bahwa sebagai pengikut Yesus, kita memang dituntut untuk selalu rendah hati karena Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihi orang yang rendah hati. Kesombongan dapat timbul karena kecintaan diri seseorang akan kemampuannya sendiri dan juga karena merasa apa yang kita punyai melebihi dari kepunyaan orang lain. Seolah-olah apa yang kita dapatkan adalah berdasarkan atas kemampuan, kuat dan gagah kita. Kita lupa diri dan tidak sadar bahwa semua yang kita punya sesungguhnya berasal dari Allah, sehingga tidak pantaslah untuk menyombongkan diri. Seperti nasihat Paulus kepada jemaat di Korintus 4:7, “Siapakah yang menjadikan saudara lebih dari orang lain? Bukankah segala sesuatu saudara terima dari Allah? Jadi mengapa mau menyombongkan diri, seolah-olah apa yang ada saudara itu bukan sesuatu yang diberi?”

Lalu bagaimana supaya kita dapat menghidari dosa kesombongan? Dalam ayat 6 dikatakan “karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat”. Marilah kita menyadari betul anugerah kasih karunia yang telah Allah berikan kepada kita. Semua yang ada pada kita hari ini sesungguhnya berasal dari Allah. Kita harus mensyukuri semua yang diberikan-Nya dan itu bisa kita tunjukkan lewat sebentuk kerendahan hati bukan lewat sikap sombong atau tinggi hati. Sehingga pada akhirnya Allah memberikan yang dijanjikan kepada kita supaya kita ditinggikan-Nya pada waktunya.

Dalam Injil Markus, kita diajak untuk merenungkan tentang amanat agung Yesus kepada murid-Nya. Isi amanat agung itu terdiri atas tiga hal, yakni pertama, perintah untuk mewartakan Injil kepada seluruh bangsa; kedua, saran kalau supaya jangan memaksa orang untuk dibaptis kalau memang tidak percaya; ketiga, janji Tuhan bagi orang yang percaya akan diselamatkan dan mengalami mukjizat. Semua orang Katolik sudah tentu memiliki kewajiban untuk melaksanakan amanat agung Kristus dengan cara menjadi saksi-Nya, salah satunya mempunyai kerendahan hati seperti dalam bacaan pertama. Akan tetapi sekali lagi mewartakan Injil Yesus bukanlah hal yang mudah diterima banyak orang. Apalagi kalau kita sendiri tidak mau lebih dulu menjadi teladan sebagai murid Yesus yang memiliki kehidupan normal, rohani dan spiritual yang berpusat pada Yesus.

Doa: Ya Allah Bapa yang maha kasih, mampukan kami untuk mempunyai kerendahan hati agar kami dapat mewartakan kabar sukacita-Mu dengan hati yang ikhlas. Amin. (EH)

Image result for 1 peter 5:6