Pulih dan Tumbuh

Renungan Selasa 11 April 2017

Bacaan: Yes. 49:1-6; Mzm. 71:1-2,3-4a,5-6ab,15,17; Yoh. 13:21-33,36-38

Biasanya anak seorang pejabat penting merasa bangga dengan kedudukan orang tuanya dan cenderung menjadi sombong serta mengambil keuntungan dari kedudukan orang tuanya itu. Sebaliknya kalau anak itu diminta melaksanakan harapan orang tuanya demi nama baik keluarga dan sikap kasihnya pada keluarga, sering malah dirasakan sebagai beban berat. Sikap Yesus lain sekali. Seluruh hidup-Nya untuk melaksanakan kehendak Bapa-Nya dengan sangat rela supaya Bapa dimulaikan oleh setiap manusia. Yesus tidak mencari keuntungan dari kedudukan-Nya yang dekat dengan Bapa, sebaliknya Ia taat melaksanakan kehendak Allah, Bapa-Nya, agar Allah dipermuliakan di dalam Dia.

Melalui baptisan, kita telah diangkat menjadi anak Allah. Bagaimana kita menempatkan diri dalam hidup ini sesuai status baru ini? Apakah hidup kita sungguh mencerminkan diri sebagai anak yang mau melaksanakan harapan Allah? Apakah Allah dimuliakan dalam kehidupan kita setiap hari?

Bacaan hari ini mengajak kita belajar pada tiga tokoh yang memiliki karakter yang sangat kontras. Yudas seorang yang keras hati jatuh dalam dosa karena uang, ia tidak mau bertobat, semaunya sendiri menuruti keinginan daging. Petrus bukan orang yang keras hati, ia seorang yang percaya dan mau taat, tetapi tampak benar ia berusaha dengan kekuatan sendiri, akhirnya menyangkal Tuhan sampai tiga kali berturut-turut, karena itu ia sangat sedih dan menangis, menyesali penyangkalannya. Yohanes lain, ia seorang yang taat sebab cinta pada Tuhan Yesus. Ia tidak memakai kekuatannya sendiri tetapi bersandar pada Tuhan dan taat pada pimpinan-Nya.

Yudas bekerja sembunyi-sembunyi, sebab ia tahu perbuatannya jahat, karena mengkhianati gurunya. Petrus terang-terangan, sebab maksudnya  baik hanya sayang ia mencapai maksud hatinya dengan kekuatannya sendiri. Yohanes juga berkata dan bertindak terang-terangan sebab memang tidak ada maksud tersembunyi, hatinya betul-betul cinta Tuhan Yesus dan bersandar Tuhan. Yudas menuruti daging untuk berbuat dosa,  Petrus memakai daging untuk taat, dan Yohanes  taat dalam rohnya, bukan dengan daging.

Yudas menuruti ajakan iblis yang sudah menipunya, Petrus menuruti hati yang campuran antara roh dan daging tetapiYohanes menunggu pimpinan dari Tuhan.

Yudas jatuh dan tidak kembali, tidak diperbaiki. Petrus jatuh tetapi bangun kembali dan Yohanes terus tumbuh dan meningkat. Oleh karena itu Yudas binasa, Petrus pulih dan Yohanes tumbuh.

Sahabat terkasih, bagaimana dengan kita? Apakah kita masih terikat pada karakter Yudas? Di saat pekan suci ini mari kita memperbaiki hidup, mari kita semakin mengasihi Tuhan dan taat pada kehendak-Nya seperti Yohanes murid kesayangan Tuhan Yesus.

Selamat berkarya.
Berkah Dalem.

VBP

Image result for grow