Prasangka Itu Berbahaya

Renungan Sabtu 1 April 2017

Bacaan: Yer. 11:18-20; Mzm. 7:2-3,9bc-10,11-12; Yoh. 7:40-53

Selama Prapaskah, Gereja menuntun kita untuk bisa mengenali Yesus Sang Juru Selamat Dunia – Sang Mesias. Lihatlah tuntunan Gereja dalam bacaan harian:

Minggu Prapaskah I      : YESUS ADALAH SANG SABDA (tema besar)

Minggu Prapaskah II     :  YESUS ADALAH KEMULIAAN ALLAH SENDIRI.

Minggu Prapaskah III    :  YESUS ADALAH SANG SUMBER AIR HIDUP

Minggu Prapaskah IV    :  YESUS ADALAH TERANG KEHIDUPAN

Minggu Prapaskah V     :  YESUS ADALAH KEBANGKITAN DAN HIDUP

Hari ini di penghujung Minggu Prapaskah IV, kita diajak merefleksikan diri, agar kita sungguh-sungguh belajar mengenali Yesus sebagai Terang Kehidupan. Karena kita yang sudah mulai pandai, apalagi sudah mendalami religiusitas, kita mudah terjebak dalam kebutaan sesaat, yaitu mudah  ber-PRASANGKA.

Bacaan hari ini Yoh.7:40-53 menunjukkan bahwa para ahli Taurat dan orang Farisi sungguh berprasangka buruk tentang Yesus meskipun sudah melakukan banyak hal kebaikan yang spektakuler untuk menunjukkan kemesiasan-Nya secara nyata, mereka tidak mudah percaya. Mereka dibutakan dengan tafsirannya sendiri, padahal Yesus secara terang benderang melakukan mukjizat orang buta sejak lahir dicelikkan. Orang Farisi dan ahli Taurat mencemooh dan mencibirkan Yesus dengan berkata : Orang ini tidak datang dari Allah, karena dia tidak memelihara hari sabat ! (Yoh 9:1-41)

Prangsangka adalah salah satu hambatan dalam komunikasi antar manusia. Kita sering menilai orang lain berdasarkan gambaran-gambaran dan label-label yang sudah kita miliki sebelumnya. Orang mudah terkurung dalam prasangka, sehingga tidak terbuka untuk menerima kenyataan baru yang berbeda. Hal ini sangat berbahaya dalam hal religius kita, terutama dalam relasi kita dengan Tuhan. Kita sudah sering menemukan reaksi-reaksi orang mengenai siapa Yesus, dan yang paling ironis justru datang dari imam-imam kepala dan orang Farisi. Mereka sudah memiliki “ide kemesiasan” sendiri, sehingga tidak bisa menerima Yesus sebagai Mesias. Mereka malah bersikeras mempertahankan kekeliruannya, bahkan mengecam orang yang mengagumi Yesus.

Prasangka dan pengetahuan setengah matang dapat merusak relasi kita dengan sesama dan dengan Tuhan. Gambaran-ganbaran ideal tersebut dapat menghalangi kita untuk mengalami kehadiran Tuhan lewat orang-orang yang tidak sesuai dengan harapan kita. Lihatlah tokoh-tokoh religius Yahudi yang gagal melihat kehadiran dan karya Tuhan dalam diri Yesus.

Jernihkan pola pikir kita, singkirkan prasangka (apalagi yang buruk), bersihkanlah pikiran dan perasaan kita, agar jiwa dan hati kita diterangi oleh kasih Yesus, supaya semua kegelapan dan kebutaan kita disirnakan oleh terang kasih Yesus. Dengan demikian kita pun akan bisa diutus menjadi terang untuk menerangi orang lain yang masih di dalam kegelapan dan kebutaan hati. Dan banyak orang lain bisa menerima keselamatan dalam Yesus Tuhan kita, dan mereka bisa merasakan kebahagiaan saat ini ketika di dunia sampai selama-lamanya dalam kekekalan bersama Allah Bapa.

Tuhan memberkati kita semua.

Vincent A. Dipojugo

Image result for PREJUDICE