Pewarta Yang Berani

Renungan Sabtu 22 April 2017

Bacaan: Kis. 4:13-21; Mzm. 118:1,14-15,16ab-18,19-21; Mrk. 16:9-15

Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus. (Kis 4:13)

Renungan ini mengisahkan tentang Petrus dan Yohanes yang dihadapkan ke mahkamah agama Yahudi, karena mereka mewartakan Injil. Para pemimpin Yahudi dan ahli-ahli Taurat merasa jengkel melihat keberanian Petrus dan Yohanes dalam mewartakan kebenaran. Padahal mereka berdua hanyalah orang biasa yang tidak terpelajar, tetapi Petrus dan Yohanes mampu menyembuhkan orang sakit, dan mengusir setan.

Mereka membuat banyak mukjizat dan orang-orang yang sudah disembuhkan oleh Petrus dan Yohanes banyak yang ikut hadir dalam persidangan tersebut. Hal ini membuat para pemimpin Yahudi dan ahli-ahli Taurat kesulitan dalam melakukan dakwaan terhadap Petrus dan Yohanes. Keberanian Petrus dan Yohanes membuat para pemimpin Yahudi dan ahli-ahli Taurat merasa heran. Mereka melarang Petrus dan Yohanes mewartakan Yesus, tetapi Petrus dan Yohanes tidak berhenti memberikan kesaksian.

Petrus dan Yohanes berani menantang para pemimpin agama Yahudi, mereka bertanya, “Mana yang lebih penting, taat kepada Allah atau taat kepada manusia?” 

Karena tidak mungkin bagi Petrus dan Yohanes untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah mereka lihat dan mereka dengar.

Akhirnya para pemuka agama melepaskan Petrus dan Yohanes karena takut dengan orang banyak yang memuliakan Allah. 

Sahabat-sahabatku semoga misteri paskah yang sudah kita rayakan satu minggu yang lalu, membawa karya penyelamatan bagi kita semua.

Marilah kita mohon rahmat dan berkat yang sangat dibutuhkan oleh para pewarta sabda di tempat- tempat yang sulit, agar mereka diberi kekuatan dalam perjuangannya, sehingga mereka pun bisa menjadi saksi Kristus dan pewarta yang berani. Amin. (MTFK)

Image result for acts 4:13