Perjuangan Iman

Renungan Selasa 4 April 2017

Bacaan: Bil. 21:4-9; Mzm. 102:2-3,16-18,19-21; Yoh. 8:21-30

Dalam perjalanan hidup kita sebagai orang percaya yang telah menerima keselamatan dari Yesus sang juru selamat, kadang kita masih penuh tantangan masalah yang harus kita jalani dalam proses kehidupan. Karakter dan iman kita diuji, terlihat dari sikap-sikap yang kita lakukan ketika menghadapi hal-hal yang membuat hidup kita terasa hambar misalnya karena kesulitan ekonomi (kekurangan makanan, minuman, dll.), dan membuat kita muak dan bosan akan hidup karena banyaknya kesulitan dan masalah yang kita hadapi terus menerus dan tidak mendapat jalan keluar.

Di mana jiwa (pikiran dan hati kita) terjebak dalam suatu kondisi tidak dapat lagi menahan/menguasai hati dan pikiran kita, marah, kecewa dan melempar serta menyalahkan keluarga atau orang lain di sekitar kita, bahkan juga pada Tuhan, sebagai penyebab terjadinya kondisi yang terjadi dalam diri kita. Bahkan suatu kekecewaan, kepahitan atau pun kesakitan yang mendalam hingga seseorang mau mengakhiri perjalanan hidupnya.

Nyata betapa mudahnya kita sering lupa dan kehilangan kepercayaan dan iman kita atas Tuhan Yesus Kristus yang telah memberi keselamatan dan penebusan bagi kita, karena kita lebih mengikuti kedagingan kita dan dunia di sekitar kita.

Bagaikan perjalanan bangsa Israel keluar dari Mesir, telah mendapatkan kebebasan dan kemerdekaan  menuju tanah perjanjian, dengan pertolongan Tuhan dalam pimpinan Musa. Yang seharusnya  mereka makin percaya dan mengimani Tuhan. Tetapi dalam perjalanan mereka suka menggerutu dan menyalahkan pimpinan mereka Musa dan berkata-kata melawan Tuhan. Mereka telah melupakan segala pertolongan, keselamatan dan kemerdekaan yang telah diberikan ketika menuju tanah perjanjian.

Tuhan memberi peringatan dan menyuruh ular-ular  tedung, sehingga banyak dari orang Israel yang mati. Baru mereka menyadari dosa-dosanya melawan Tuhan dan bertobat. Berulang kali umat Israel dalam proses perjalanannya kembali menggerutu, menuntut bahkan marah dan melakukan hal-hal yang  menentang Tuhan yang telah membebaskan dan memelihara mereka.

Tuhan Allah Bapa sejak dulu telah menerima kita manusia apa adanya dan tak putus-putusnya mengampuni dan mengarahkan manusia sebagai anak-Nya agar mau kembali kepada-Nya. Karena hati Bapa yang begitu mengasihi dan rindu kita umat-Nya hidup bersama-Nya, maka Tuhan selalu memberi peringatan agar kita tidak berdosa melalui para nabi.

Pada dua ribu tahun yang lalu Allah Bapa telah memberikan Putra-Nya yang tunggal bagi keselamatan umat manusia. Yesus menjadi manusia dan saudara kita, pembebas dan pengampun dosa-dosa kita yang mau bertobat menerima-Nya.

Yesus  telah memberikan Roh-Nya yang Kudus untuk memimpin dalam perjalanan hidup kita agar kita makin beriman dan iman kita dapat bertumbuh makin dewasa dalam proses perjalanan hidup ini. Tetapi keraguan kita timbul ketika di perjalanan hidup kita terus mengalami proses kehidupan yang berat seperti bangsa Israel. Sebenarnya permasalahan besar dan kecil dalam proses hidup ini mendewasakan pembentukan karakter dan iman kita.

Betapa pentingnya pertobatan yang terus menerus, setiap hari setiap saat berseru kepada Tuhan dan mohon pengampunan penyertaan Tuhan agar Roh Kudus dapat terus membentuk kita menjadi Bait Allah yang kudus. Jiwa dan roh kita mampu selalu memuji-muji dan menyembah-Nya dan mengakui sebagai Allah, Raja dan Tuhan kita. Berdoa karena percaya dan rindu bersekutu berkomunikasi, selalu membaca firman-Nya, karena Allah ingin berbicara secara langsung kepada kita melalui firman-Nya yang memberikan hikmat dan pengertian. Hal ini membuat kita makin berserah, percaya dan  menjadi  dewasa dalam setiap langkah proses perjalanan cara hidup kita.  

Apakah iman kita kepada Kristus hanya terbatas pada intelektual kita? Atau apakah kita mau membuka hati kita setiap hari memandang dan mengikuti setiap langkah kita bersama Yesus dalam kuat kuasa Roh Kudus?

Doa: Tuhan Allah Bapa yang maha rahim, aku memuji dan bersyukur untuk kasih-Mu yang telah Kaunyatakan dalam Yesus. Aku mohon ampuni dosa-dosaku. Betapa sering mata hati dan pikiranku tertutup, picik akan kebesaran dan kerahiman-Mu. Aku sering melakukan yang kuanggap baik dalam ukuranku dengan cara hukum dunia. Bapa anugerahkanlah kepadaku iman yang lebih besar akan Putera-Mu, sehingga aku dapat mengenal dan mengalami kehadiran-Mu secara lebih penuh. Biar Roh Kudus ajar dan gerakkan aku setiap hari untuk selalu dapat bersyukur, menyembah Allah Tuhan yang maha kudus. Amin.

WYN

Image result for John 8:29