Kebenaran Akan Membebaskan

Renungan Rabu 5 April 2017

Bacaan: Dan. 3:14-20,24-25,28; MT Dan. 3:52,53,54,55,56; Yoh. 8:31-42

Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” (Yoh 8:31-32)

Sudahkah kita menyadari sukacita, damai sejahtera dan kebebasan yang ada dalam hidup kita adalah pemberian cuma-cuma dari Allah kepada kita? Suatu kebebasan yang sempurna sebagai anak Allah?
Kebebasan yang Yesus berikan kepada para pengikut-Nya adalah kebebasan dari perbudakan dosa, kuasa Setan dan pengaruh dunia yang semuanya melawan Allah dan menyimpang dari jalan yang Ia berikan. Kita tidak berdaya untuk membebaskan diri sendiri dari ikatan dan jajahan Setan, dosa dan kematian. Maka, Yesus mengambil alih semua dosa kita dan membawanya dalam kematian-Nya di salib. Kematian yang memenangkan, membebaskan dan mendamaikan.

Seorang budak yang telah dibebaskan belum sepenuhnya bebas sampai rantai dan beban pengikatnya diputus dan dilepaskan. Hanya Tuhan Yesus sajalah yang mempunyai kuasa untuk membebaskan kita dari rantai dan beban yang akan tetap mengikat kita pada kebiasaan yang membawa kepada dosa, dan keinginan berbuat jahat. Adakah keterikatan tertentu dalam diri dan hidup kita – pola hidup dan sikap hidup yang membawa kita kepada perbuatan dosa, dan keterikatan – yang harus dilepaskan dan dibebaskan dari kita? Izinkan dan biarkan Tuhan Yesus membebaskan dan melepaskan semua hal yang mengikat kita dan membawa kita kepada kesembuhan, pengampunan, dan kebebasan penuh untuk berjalan bersama Dia dalam kasih dan kebenaran.

Kebebasan yang Yesus berikan sungguh melepaskan kita dari sikap egois mementingkan diri sendiri, kecenderungan untuk merugikan bahkan menyakiti orang lain dan membawa kita kepada suatu kebebasan untuk menikmati hidup yang penuh sukacita, kasih dan pelayanan untuk kerajaan-Nya.

Rasul Paulus mengingatkan bahwa Kristus telah memenangkan suatu kemerdekaan dan kebebasan untuk setiap dari kita – bukan agar kita sibuk melayani diri sendiri – tetapi untuk melayani Tuhan dan sesama kita dalam kasih. Sudahkah kita sungguh-sungguh percaya dan menghayati Firman Tuhan – yang mengandung kebenaran, kasih dan kebebasan untuk kita?

Melalui pengorbanan Yesus kita menerima pengampunan dan diperdamaikan kembali dengan Allah – kita menjadi anak-anak Allah dan dapat memanggil Allah sebagai Bapa karena Yesus sudah menjadi juru selamat dan juru damai dan menyelamatkan kita dari perbudakan dosa dan Setan – memberikan hidup yang penuh sukacita Roh Kudus. Hanya Yesus yang sungguh-sungguh dapat membebaskan kita dari godaan dunia akan kebahagian semua dan kehidupan yang kosong, dari nafsu keserakahan akan harta dan kekuasaan duniawi.dan mendamaikan kita dengan Allah.

Nah, bagaimana kita bisa tetap hidup dalam kebebasan ini?

Doa: Tuhan kami tahu kami hidup dan belajar, menjadi baik atau menjadi buruk, dari banyak hal yang kami lihat dan tiru dari sekeliling kami. Kami mohon ya Tuhan, tanamkan firman-Mu dalam hati dan hidup kami. Jadikan kami anak-anak-Mu yang tekun merenungkan firman-Mu agar kami dapat terus menjaga kebebasan dan keselamatan yang Engkau sudah berikan – jadikan kami murid-Mu yang mencerminkan Engkau, model hidup kami yang menjadi panutan dan teladan.

MM

Image result for John 8:31-32;