Jangan Berbuat Dosa Lagi

Renungan Senin 3 April 2017

Bacaan: Dan. 13:1-9,15-17,19-30,33-62; Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6; Yoh. 8:1-11

“Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” (Yoh 8:7b)

Perikop yang cukup sarat dengan pesan untuk selalu diingat dan direnungkan kembali. Seperti yang saat ini terjadi bertubi-tubi di negeri  tercinta ini. Begitu mudahnya menghakimi orang lain, menghujat orang lain, padahal kenyataannya mereka juga orang-orang yang diberitakan bermasalah. Begitu mudahnya menuduh orang lain tangannya kotor, padahal diri sendiri tidak lebih bersih. Kejadian demi kejadian menyadarkan kita akan Sabda Yesus tentang :

  • Penghakiman
  • Belas Kasih
  • Pengampunan

Ahli-ahli Taurat serta orang-orang Farisi yang membawa kepada Yesus perempuan yang kedapatan berbuat zina (Yoh 8:3) itu, mereka telah terlebih dahulu menghakimi perempuan itu. Karena mereka menyebutkan tentang hukuman bagi perempuan yang berbuat zina sesuai hukum Musa (Yoh 8:5). Mereka membawanya kepada Yesus, tetapi Yesus seakan tak peduli. Sebab Yesus tahu siapa mereka.

Dalam kehidupan sehari-hari, ketika mendengar cerita tentang hal-hal yang dipandang negatif dari seseorang, pada umumnya reaksi yang muncul adalah semakin mencari-cari dan membicarakan kepada orang lain tentang seseorang itu. Padahal cerita itu belum tentu benar. Inilah penghakiman.

Di dalam Kitab Suci Tuhan bersabda: “Tindakan menghakimi seseorang adalah hak istimewa dari Allah.” (Mat 7:3). Maka Yesus mengatakan kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang membawa perempuan itu: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” (Yoh 8:7). Rupanya kata-kata Yesus itu menyadarkan mereka bahwa mereka adalah bukan orang-orang yang tanpa dosa.

Melihat perempuan tersebut Yesus merasa iba. Dan oleh karena belas kasih-Nya Yesus tidak menjatuhkan hukuman-Nya, melainkan menasihati perempuan itu agar tidak berbuat dosa lagi mulai saat itu (Yoh 8:11). Itulah yang Yesus lakukan kepada kita selama ini. Oleh karena belas kasih-Nya Dia selalu mengampuni kita. Berapa kali kita jatuh ke dalam dosa? Apakah kita selalu sadar bahwa kita sedang/telah jatuh ke dalam dosa? Bagaimana keadaan kita seandainya Yesus tidak berbelaskasih kepada kita? Manusia yang mudah sekali terjerumus ke dalam dosa?

Belas kasih melahirkan pengampunan. Pengampunan memberi kebebasan dan kemerdekaan dari belenggu dosa. Sedangkan penghakiman sebaliknya melahirkan hukuman. Sabda Tuhan: “Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” (Luk 6:36b).

Tuhan Yesus, ajar kami selalu untuk sadar diri siapa kami. Selalu memperbaiki diri dan tidak menghakimi. Berbelaskasih dan mengampuni agar kami mendapat kebebasan dan kemerdekaan dari belenggu dosa. Amin.

Tuhan memberkati.

ANS

Image result for john 8:1-11 sin no more