Berjalan Bersama Yesus

Renungan Minggu 30 April 2017

Bacaan: Kis. 2:14,22-33; Mzm. 16:1-2a,5,7-8,9-10,11; 1Ptr. 1:17-21; Luk. 24:13-35

Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. (Luk 24:15)

Ya, berjalan bersama Yesus berarti berdampingan seperti halnya dengan teman dalam perjalanan. Walau awalnya Dia adalah “orang asing”, tetapi bila sepanjang jalan kita aktif berkomunikasi dan melibatkan-Nya maka perjalanan itu akan menyenangkan. Bahkan bisa saja tidak terasa, tiba-tiba sudah sampai di tujuan.

Sebuah acara kuis di radio pernah ditanyakan tentang tempat wisata manakah yang paling menyenangkan pendengar dan apa alasannya. Sebagian besar menjawab Bali karena sangat indah. Tetapi pemenangnya adalah pendengar yang menjawab bahwa tempat tidak masalah tetapi yang penting dengan siapa dia pergi ke sana. Ekstrimnya, sekalipun ke surga tapi kalau teman seperjalanannya “mbencekno” itu rasanya seperti di neraka.

Nah, alangkah sangat beruntungnya kita. Bersyukurlah karena Yesus sendiri yang mendekati lalu berjalan bersama kita. Yang penting kita mengikuti petunjuk-Nya supaya tidak salah arah, bukan petunjuk duniawi yang sering berubah arah bergantung “trend”. Kita juga harus aktif memegang tangan-Nya sehingga genggaman Yesus semakin mantap dan pas. Mungkin sewaktu-waktu medannya curam, licin, gelap, dll.. Tetap andalkan sahabat perjalananmu sebab di masa-masa yang sangat sulit Ia pasti menggendongmu (ingat gambar Foot Print).

Doa: Tuhan, tolonglah, jangan pernah sekali pun Engkau melepaskan genggaman-Mu walaupun aku bukan teman seperjalanan yang menyenangkan bagi-Mu. Amin. (LONG)

Image result for Luke 24:15