Yusuf Berbuat Seperti Yang Diperintahkan

 

Renungan Senin 20 Maret 2017 Hari Raya St. Yusuf, suami Santa Perawan Maria

Bacaan: 2Sam. 7:4-5a,12-14a,16; Mzm. 89:2-3,4-5,27,29; Rm. 4:13,16-18,22; Mat. 1:16,18-21,24a

 

Kelahiran Yesus Kristus berlatar belakang dari sepasang tunangan yang sederhana. Yusuf yang adalah seorang tukang kayu yang tulus hati dan Maria adalah seorang perempuan yang baik.

Tiba-tiba tanpa disangka dalam masa pertunangan antara Yusuf dan Maria, terjadilah suatu peristiwa yang mengagetkan dan di luar akal sehat. Maria menjadi hamil sebelum dia dan Yusuf hidup bersama sebagai suami istri. Maria menjadi hamil karena kandungan dari Roh Kudus.

Pesan apa yang dapat kita pelajari dari karya Allah yang terjadi di dalam peristiwa kelahiran Yesus?

  1. Ada saatnya Allah bekerja tidak sesuai dengan rencana dan keinginan kita.

Yusuf adalah seorang yang tulus hati, dia tidak berniat mempermalukan Maria. Untuk itu Yusuf berniat menceraikan Maria secara diam-diam agar bebas dari ikatan itu. Betapa kecewanya Yusuf ketika mengetahui tunangannya yang dia cintai, Maria, hamil di luar nikah. Peristiwa kelahiran Yesus menjadi seperti suatu pukulan dalam hubungan pertunangan Yusuf dan Maria.

Memang cara kerja Allah sering menantang orang. Setelah menikah saya diminta oleh pastor paroki untuk menjadi pianis gereja. Saya menolak karena saya tahu satu kali saya berkata ya maka saya akan diminta terus untuk main. Sebagai seorang guru piano, saya mempunyai banyak murid dan saat itu anak-anak saya masih kecil. Ini juga merupakan alasan lain bagi saya untuk menolak pelayanan ini. Dan saya masih ingin terus mengajar untuk menghasilkan uang. Tetapi akhirnya melalui penyakit suami saya yang parah, hepatitis B, saya didorong oleh suami saya untuk melayani. Dengan berat hati saya mengikuti kursus organis selama delapan bulan. Di sini Allah bekerja secara luar biasa sampai saya menyelesaikan kursus ini. Dan memang Dia pakai saya untuk menjadi berkat bagi paroki saya sendiri.

  1. Respon yang benar terhadap rencana dan kehendak Allah

Yusuf memilih untuk tunduk kepada rencana dan kehendak Allah dengan ketaatan. Inilah respon Yusuf ketika rencana dan kehendak Allah berjalan tidak sesuai dengan rencana dan kehendaknya:  kekecewaan, kecurigaan, keterkejutan, ketidakpercayaan, risiko. Semuanya ini sirna oleh penundukan Yusuf terhadap Allah. Ketulusan hati Yusuf ini adalah inti dari kesetiaan.Image result for matthew 1:24

Ketika saya menolak menjadi organis, saya dipenuhi kecurigaan terhadap romo dan risiko dan sebagainya. Tetapi melalui dorongan suami, saya boleh mengikuti kursus organis yang selalu didahului dengan firman Tuhan. Saya diubahkan oleh Firman Tuhan. Murid saya satu persatu hilang. Dari sinilah saya boleh menempatkan kehendak Allah di atas rencana dan kehendak manusia, seperti yang dilakukan oleh Yusuf.

Peristiwa penyelamatan boleh terjadi karena Yusuf dan Maria meresponi rencana dan kehendak Allah dengan ketaatan.

Gereja di paroki saya boleh mempunyai organis di setiap wilayah ketika kehendak Allah berada di atas kehendak dan keinginan saya.

  1. Allah adalah Immanuel bagi umat-Nya

Setelah Anak itu lahir Yusuf menamai anak itu “Yesus” yang disebut “Immanuel” yang artinya “Allah menyertai kita”

Allah tetap menyertai perjalanan mereka ketika Herodes berniat membunuh anak itu. Allah tetap menyertai dan melindungi mereka dari kejahatan Herodes. Allah juga menyertai saya dan keluarga saya ketika saya memberikan diri saya untuk melayani Tuhan. Allah Bapa juga memberikan kesembuhan total bagi suami dan seluruh keluarga saya sehingga kami boleh menjadi saksi-saksi Allah yang hidup.

Jadi ketika kita menempatkan rencana dan kehendak Allah di atas rencana dan kehendak kita, maka karya penyelamatan Allah boleh terjadi.

Mari kita mengundang Yesus untuk memperbaharui iman kita, melengkapi keluarga, perkawinan dan rumah tangga kita dengan kasih-Nya.

Dengan demikian setiap anggota keluarga kita dipenuhi Roh Kudus dan menjadi pewarta iman yang tulus hati.

Tuhan memberkati.

JH