Taat Seperti Maria

Renungan Sabtu 25 Maret 2017 Hari Raya Kabar Sukacita

Bacaan: Yes. 7:10-14; 8:10; Mzm. 40:7-8a,8b-9,10,11; Ibr. 10:4-10; Luk. 1:26-38

Hari ini Gereja merayakan Hari Raya Kabar Sukacita, yaitu kabar yang diterima oleh Maria dari Malaikat Gabriel. Peristiwa ini dirayakan secara khusus karena peristiwa ini adalah “awal” dari peristiwa inkarnasi yang berarti karya keselamatan Allah bagi manusia. Hal ini terjadi karena kesediaan  dan persetujuan Maria dalam menanggapi rencana Allah. Maria adalah wanita yang dipilih Allah dan Allah telah mempersiapkan Maria dengan segala yang diperlukan untuk menggenapi perutusannya sebagai Bunda Penebus. Ia menerima tugas perutusan ini dalam kemerdekaan dan imannya.

Belajar taat seperti Maria merupakan perenungan kita pada masa pertobatan ini. Maria berani menyerahkan seluruh kehendaknya dalam kehendak Allah, walau belum tahu seperti apa dinamika perjalanan imannya. Keberanian Maria menjadi berita gembira keselamatan.Image result for luke 1:38

Jawaban Maria bahwa “Aku ini Hamba Tuhan” menunjukkan kerendahan hati Maria. Maria harus taat  pada kehendak Allah. Maria percaya sepenuhnya pada penyelenggaraan Allah atas hidupnya dan siap sedia untuk dipakai Allah. Sebagaimana Maria, kita hendaknya berani menanggapi kehendak Allah yang tidak selalu jelas dan pasti bagi kita.

Perkataan malaikat bahwa “Roh Kudus akan turun atasmu, dan kuasa Allah yang maha tinggi akan menaungi engkau” (ayat 35) menjawab keraguan Maria, dan semakin percaya akan penyertaan Allah. Apakah sebagai anak-anak Allah, kita sering ragu akan penyertaan Roh Kudus? Apakah kita mengimani rencana Allah atas hidup kita? Beranikah kita menanggung risiko yang buruk demi melaksanakan Sabda Allah? 

Semoga Hari Raya Kabar Sukacita membawa iman kita semakin dekat pada Allah melalui Maria. Selamat Hari Raya Kabar Sukacita. Tuhan memberkati.

Doa: Ya Allah, Engkau menghendaki agar sabda-Mu menjelma menjadi manusia dalam rahim Perawan Maria. Semoga teladan Maria dalam menanggapi panggilan-Mu menguatkan kami dalam menghadapi keadaan yang  tidak sesuai dengan keinginan dan harapan kami. Kami mau belajar untuk berani berserah dan setia pada rencana dan rancangan-Mu, karena Engkaulah Tuhan dan juru selamat kami. Amin.

IP