Peduli, Menolong dan Berharap

Renungan Selasa 28 Maret 2017

Bacaan: Yeh. 47:1-9,12; Mzm. 46:2-3,5-6,8-9; Yoh. 5:1-3a.5-16

Melalui kisah Injil hari ini, ada tiga hal yang dapat kita pelajari. Pertama kepedulian; Dalam hidup sehari-hari, di sekitar kita ada orang yang perlu bantuan. Namun, seringkali kita tidak peduli karena kita dikejar oleh urusan dan kepentingan kita sendiri. Kita sering terlalu asyik dengan dunia kita sendiri tanpa peduli apa yang dibutuhkan sesama di sekitar kita. Untuk bisa peduli pada orang lain, kita harus bisa melepaskan kepentingan diri sendiri, butuh proses kerendahan hati sehingga kita bisa mengalah dan mendahulukan keinginan dan kepentingan sesama.

Hal kedua yang bisa kita pelajari adalah menolong. Menolong sesama merupakan sebuah perbuatan baik yang harus dilakukan dengan rasa hormat dan rendah hati terhadap pihak yang hendak ditolong. Diri penolong tidak perlu merasa”lebih” dibandingkan dengan diri yang ditolong. Bahkan sedapat mungkin identitas sebagai penolong pun tidak perlu dikenal oleh orang yang ditolong. Begitulah sesungguhnya sebuah pertolongan yang tulus hati dan tanpa pamrih.

Dan hal ketiga adalah harapan. Kita tidak boleh kehilangan harapan, karena harapan adalah harta manusia yang sangat berharga yang tidak bisa dicuri oleh siapapun. Injil hari ini mengisahkan seorang yang selalu datang ke kolam Betesda selama 38 tahun untuk mendapatkan mukjizat kesembuhan tapi tidak pernah mendapatkannya karena orang lain sudah turun mendahuluinya. Akan tetapi, ada satu hal yang mendorongnya untuk selalu setia datang ke situ, yaitu harapan. Harapan akan sembuh, bahwa suatu saat Tuhan akan menyembuhkannya. Tanpa mempunyai harapan yang kuat, mustahillah dia setia datang ke situ selama 38 tahun. Ada banyak orang, bisa jadi termasuk kita sulit berharap terlebih dalam peristiwa gelap, pahit dan sakit. Seperti yang saat ini saya alami, saya berusaha untuk bertahan dalam harapan di tengah sakit anak saya. Harapan membuat saya mempunyai semangat untuk bangkit kembali, melangkah dalam iman dari waktu ke waktu, meski banyak kegetiran. Berharap berarti percaya kepada Tuhan yang selalu menyertai kita meskipun seringkali Dia sepertinya jauh dari kita. Namun jangan pernah kehilangan harapan! (LF)

Image result for kolam betesda