Mengalami Perubahan Hidup

Renungan Senin 27 Maret 2017

Bacaan: Yes. 65:17-21; Mzm. 30:2,4,5-6,11-12a,13b; Yoh. 4:43-54

Pada Injil hari ini kita belajar bagaimana agar mengalami perubahan hidup seperti seorang pegawai istana yang mengalami sukacita karena anaknya yang mati menjadi hidup kembali.

Ada tiga hal yang dapat dipelajari dari seorang pegawai istana agar kita dapat mengalami perubahan hidup.

  1. Ia mendengar Firman Yang Hidup. Yoh 4:45, menceritakan bagaimana orang banyak melihat Yesus mengadakan mukjizat di Kana yang tentunya sampai juga di telinga pegawai istana ini, sehingga ketika ia mendengar Yesus datang kembali (ayat 47) maka pegawai ini pergi menemui Yesus.

Iman serta harapan pegawai istana timbul karena telah mendengar apa yang Yesus perbuat selama ini. Telinga pegawai istana menangkap dengan baik apa yang diberitakan oleh orang-orang di sekitarnya.

Dari sini pula kita bisa belajar betapa pentingnya bagi kita untuk terus-menerus mendengarkan Firman Allah. Bila kita terus-menerus mendengarkan Firman Allah, maka Firman itulah yang akan memberikan kekuatan dan yang akan membangun iman kepercayaan kita.

Sedangkan dari sisi yang lain, kita bisa lihat bahwa pewartaan dan kesaksian yang dilakukan dapat membangkitkan iman dan harapan orang-orang yang mendengarkannya.

  1. Hal lain yang dapat kita pelajari adalah ia melangkah lebih dekat kepada Yesus. Yoh 4:49 Pegawai istana itu berkata kepada-Nya: “Tuhan, datanglah sebelum anakku mati.” Bila sebelumnya pegawai istana hanya percaya karena perkataan atau pewartaan orang lain, maka dengan meminta kepada Yesus ini menunjukkan bahwa ia sudah mau melangkah lebih dekat lagi kepada Yesus. Ia mengundang Yesus untuk masuk ke dalam rumahnya.
  1. Ia percaya penuh kepada Yesus. Percaya pada pribadi Yesus artinya juga percaya pada perkataan-Nya. Hal ini tampak pada ayat Yoh 4:50:”…orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan kepadanya, lalu pergi.”

Tidak ada kata-kata lagi yang diucapkan oleh pegawai istana itu, karena ia sepenuhnya percaya kepada Yesus walaupun ia tidak mendengar, tidak melihat dan tidak merasakan adanya perubahan pada anaknya saat itu. Ia begitu percaya kepada Yesus dan langsung pergi.

Proses mendengar, mendekat dan percaya dari pegawai istana ini begitu luar biasa, sehingga ia pun mengalami suatu perubahan hidup yang penuh dengan sukacita.

Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita bertekun dalam mendengarkan Firman Allah? Sudahkah kita mengundang Yesus untuk datang ke rumah kita? (FS)

Image result for John 4:50