Kenal Yesus?

Renungan Jumat 31 Maret 2017

Bacaan: Keb. 2:1a,12-22; Mzm. 34:17-18,19-20,21,23; Yoh. 7:1-2,10,25-30

Terjadinya ketegangan antara Yesus dan orang-orang Yahudi di Yudea yang hendak membunuh Yesus adalah akibat hasutan orang orang fasik yang merasa terganggu akan ajaran, pengaruh dan juga pekerjaannya (Keb 2:12). Sebab mereka tidak mengenal karya Allah dalam diri Yesus, maka Yesus memilih pergi ke Galilea.

Banyak orang Yahudi yang mata hatinya tertutup atau buta akan karya Allah dalam Yesus. Mereka hanya taat pada hukum (Taurat) dan ajaran agamanya. Allah dapat berkarya melalui siapa saja, termasuk dalam Yesus, namun mereka hanya mengenal Yesus sebagai anak tukang kayu yang dapat menyembuhkan orang sakit, yang ajaran-ajaran-Nya dianggap banyak menyimpang dari ajaran hukum Taurat.

Bukankah banyak di antara kita yang mengenal Yesus sebatas pengetahuan dari ajaran-ajaran agama semata, namun Yesus tidak sungguh hidup dan berkuasa atas hidup kita. Sehingga sering kali membuat hidup kita tertekan, hidup dalam banyak masalah, tidak ada damai sukacita. Maka tidaklah cukup bagi kita mengenal Yesus melalui pelajaran-pelajaran agama saja. Pengetahuan akan Tuhan itu diperlukan, namun hidup dalam bimbingan rahmat Tuhan itu yang di kehendaki Allah, supaya hidup kita dapat maksimal sebagai anak manusia yang berbahagia.

Allah menghendaki hubungan yang intim (mesra) dengan kita, jawabannya bergantung apakah kita membuka hati untuk kasih-Nya, Ia hendak menguduskan kita, menjadikan kita pemenang, membuat kita kuat dalam hidup ini, bahkan Ia juga ingin memberkati kita bukan hanya dengan berkat materi saja, namun dengan berkat yang jauh lebih besar yaitu kebahagiaan, damai sejahtera, sukacita yang puncaknya adalah berkat keselamatan abadi dalam rumah-Nya di surga. Semua itu kembali pada kehendak bebas yang Tuhan telah berikan pada kita.

Memang perlu proses, komitmen, perjuangan, sangat mungkin karena kesetiaan kita terhadap panggilan tersebut, kita harus menghadapi berbagai masalah, penderitaan. Maka dari itu, dibutuhkan kesetiaan, ketabahan, mati raga, rendah hati, kesabaran, dan percayalah  ada waktu-Nya Tuhan di mana Tuhan punya rencana dalam setiap perkara hidup kita. Tuhan telah merancangkan yang baik bagi masa depan kita, maka yang dibutuhkan adalah setia.

Jangan hanya menggunakan nalar, rasional, logika semata dalam mengenal dan mengikuti Yesus, masih banyak misteri Allah yang tidak akan mampu kita lihat, ketahui, seperti dalam Yoh 7:28 kita memang tidak mengenal Allah Bapa sepenuhnya, tidak mungkin kita dapat mengenal misteri Allah sepenuhnya. Oleh karena itu Allah Bapa mengutus Yesus Putra-Nya agar kita dapat lebih mengenal Bapa serta kehendak-Nya dalam Yesus.

Tuhan Yesus memberkati.

IGP

Image result for John 7:28