Bahagia di Bumi dan di Surga

Renungan Kamis 16 Maret 2017

Bacaan: Yer 17:5-10; Mzm 1:1-2.3.4.6; Luk 16:19-31.

Selamat pagi sahabat.

Ada satu pepatah yang sering kita dengar, bahkan menjadi cita-cita banyak orang “Muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga”. Terus terang, pada waktu masih remaja, saya sering merenung, bisakah mengalami seperti kata pepatah tersebut?

Sahabat, Injil hari ini, terlihat begitu tragis dan rasanya susah membayangkan, mau mana yang dipilih sebagai model hidup. Kaya, tapi mati masuk neraka atau melarat, mati masuk surga. Keduanya tidak enak untuk dipilih. Kalau mungkin ada pililhan ketiga, kaya, mati masuk surga, inilah pilihan yang paling menyenangkan.

Apakah kita bisa mengalami pilihan yang tidak disediakan tadi? Kaya, mati masuk surga. Jawabnya : bisa. Bagaimana caranya? Ayat 19, menjelaskan bagaimana gaya hidup jasmani si orang kaya, namun yang dilakukannya tidak diimbangi dengan hidup rohani yang benar. Si kaya sudah membuat jurang pemisah antara dia dan Lazarus, yaitu dengan tidak peduli akan kebutuhan Lazarus. Tuhan tidak melarang kita untuk menjadi kaya. Hanya saja Tuhan tidak mau, kita, menjadi serupa dengan dunia. “Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.” (Yakobus 4:4). Tuhan tidak mau kalau kita kaya untuk diri sendiri. “Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pinyu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?” (1 Yohanes 3:17).

Pada ayat 31, dikatakan bahwa, “Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.” Kesaksian Musa dan para nabi adalah Firman Tuhan. Si kaya dan para saudaranya tidak pernah baca Firman Tuhan, sehingga tidak peduli akan hidup orang lain. Neraka adalah tempat yang Tuhan sediakan untuk si kaya. Di nerakalah si kaya memahami arti kata “jurang yang tidak terseberangi” seperti yang dulu dia buat untuk Lazarus.

Jadi, Sahabat, untuk bisa hidup kaya dan mati masuk surga, atau hidup bahagia di bumi dan di surga, maka perlu hidup yang tidak mencari keserupaan dengan dunia dan terus bergumul dengan Firman Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati.

BVJSW

Image result for on earth and heaven