Menjadi Garam Dunia

Renungan Minggu 5 Februari 2017

Bacaan: Yes. 58:7-10; Mzm. 112:4-5,6-7,8a,9; 1Kor. 2:1-5; Mat. 5:13-16

Garam adalah bumbu masak yang tidak bisa ditinggalkan. Masakan apa pun tidak mungkin tanpa garam. Jangankan tidak pakai garam, kurang saja, rasa masakan tidak akan sedap rasanya.

Yesus berkata kamu adalah GARAM DUNIA. Berarti kehadiran kita harus mempunyai makna bagi orang yang ada di sekitar kita.

Saya teringat beberapa tahun yang lalu sebelum saya bertobat, kehadiran saya di tengah keluarga sangat tidak diharapkan, anak-anak begitu takut dengan kehadiran saya, karena bila saya hadir, saya selalu mencela, marah-marah. Perangai saya buruk, sehingga suasana menjadi tidak nyaman.

Setelah saya diubah oleh Roh Kudus, melalui hidup baru di dalam Roh, sekarang, apabila acara berkumpulnya keluarga, bila saya tidak hadir, mereka mencari saya. Bahkan akhir tahun kemarin saat keluarga berencana liburan, saya inginnya tidak ikut, tapi mereka mendesak, katanya tidak enak kalau tidak ada saya.

Puji Tuhan, sekarang kehadiran saya sudah bisa memberikan rasa nyaman bagi orang-orang di sekitar saya, khususnya dalam keluarga. Yang saya lakukan saat kumpul-kumpul dalam keluarga, saya hanya berbagi cerita, bernyanyi, memuji Tuhan, itu yang membuat keluarga sekarang bisa menerima kehadiran saya.

Doa: Tuhan Yesus biarlah Roh-Mu senantiasa ada di dalamku, sehingga aku boleh menjadi garam di tengah keluargaku. Amin.

HFS