Menang Bersama Yesus

Renungan Kamis 2 Februari 2017

Bacaan : Mal. 3:1-4 atau Ibr. 2:14-18; Mzm. 24:7,8,9,10; Luk. 2:22-40

Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai. (Ibr 2:18)

Kalau berbicara masalah pencobaan, banyak di antara kita yang rancu antara ujian dan pencobaan. Kita menganggap segala sesuatu yang kita alami adalah pencobaan dan cenderung menyalahkan Tuhan, dengan mengatakan segala sesuatu yang jelek yang dialami adalah pencobaan dari Tuhan.

Satu hal yang kita harus yakini dan percaya, bahwa Bapa kita sangat mengasihi kita. Manusia yang sudah meninggalkan Bapa dengan segala dosa, tetapi Bapa tetap berusaha dengan berbagai cara untuk menjangkau kita. Dia menjadi sama dan serupa dengan kita, untuk bisa terus membuat kita manusia selalu bersama Bapa. Maka Bapa tidak akan merancang hal yang buruk bagi kita.

Pencobaan bertujuan untuk menjatuhkan, membawa kita jauh dari Tuhan. Jangankan kita yang lemah ini, Tuhan Yesus pun mengalami pencobaan iblis. Saat Yesus berpuasa, iblis mencobai Dia. Tetapi Yesus melawan pencobaan dengan teguh berpegang pada firman Tuhan dan kehendak Bapa. Dia menghadapi dengan cara kebenaran firman Tuhan. Dia sudah memberi teladan bagi kita bagaimana cara menghadapi pencobaan. Bagaimanapun beratnya pencobaan yang Yesus alami, dia tetap memegang teguh kebenaran firman Tuhan.

Maka hal itu juga yang harus kita lakukan saat menghadapi pencobaan, hadapi bersama Yesus dan dengan kebenaran firman Tuhan, sehingga pencobaan yang bertujuan untuk menghancurkan kita, bisa kita lawan dan kita bisa menjadi pemenang. Maka hal itu bisa menjadi ujian yang membuat kita semakin baik, semakin percaya, semakin bertumbuh di dalam Tuhan.

Tetap memegang teguh kebenaran firman Tuhan, hanya melakukan apa yang Tuhan inginkan, terdengar begitu mudah. Tetapi saat kita menghadapi seringkali kita menjadi lemah, menjadi goyah, menjadi tidak percaya, dan akhirnya mengikuti apa maunya si jahat untuk menjatuhkan dan menjauhkan kita dari Tuhan. Ingatlah bahwa saat Yesus menjadi serupa dengan kita, Dia juga mengalami penderitaan yang luar biasa. Di tengah-tengah penderitaan-Nya, dia tetap berpegang pada keinginan Bapa. Yesus bisa mengalahkan pencobaan yang Dia alami dan keluar sebagai pemenang dengan tetap melakukan keinginan Bapa.

Hadapi segala sesuatunya bersama Yesus, Dia yang sudah mengalahkan pencobaan, Dia yang tetap percaya pada Bapa, Dia yang akan menolong kita mengalahkan segala macam pencobaan yang mungkin bagi kita sangat berat, dan kita hampir menyerah rasanya. Hadapi bersama Yesus, sehingga kita bisa keluar sebagai pemenang. (ADJ)