Inside Out

Renungan Rabu 8 Februari 2017

Bacaan: Kej. 2:4b-9,15-17; Mzm. 104:1-2a,27-28,29bc; Mrk. 7:14-23

Kata-Nya lagi: “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.” (Mrk 7:20-23)

Pada tahun 2015, Disney Movie memutar sebuah film animasi 3D berjudul “Inside Out”. Film ini menceritakan tentang seorang anak perempuan yang bergulat dengan emosinya, yaitu sukacita, ketakutan, kemarahan, kemuakan dan kesedihan. Semua emosinya itu bercampur aduk menjadi satu dalam dia mengendalikan dirinya menghadapi kota tempat tinggal, rumah dan sekolahnya yang baru. Hal ini mempengaruhi kehidupan dan hubungan dia dengan sekitarnya.

Ketika manusia pertama diberitahu untuk tidak memakan buah pengetahuan baik dan buruk, Firman Tuhan mengatakan, “tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” (Kej 2:17). 

Pada saat manusia memakannya maka manusia akan mati. Kebergantungan manusia pada Tuhan akan mati dan hubungan manusia dengan Tuhan akan mati. Memang itulah yang terjadi. Hubungan manusia dengan Tuhan menjadi mati. Manusia lebih mengandalkan dirinya sendiri, karena merasa sudah bisa mengetahui apa yang baik dan buruk. Manusia merasa hebat, sehingga tidak memerlukan Tuhan lagi. Hati manusia semakin menjauh dari Tuhan, sehingga timbul segala pikiran yang bukan dari Tuhan.

Dalam bacaan Injil, Yesus menjelaskan bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, melainkan apa yang keluar dari seseorang itu yang menajiskan. Sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. (Mrk 7:21-22).

Oleh karena itu dekatkanlah hati kita pada Tuhan. Biarlah Tuhan yang mengisi hati kita. Minta Roh Kudus untuk memberi kita hikmat. Berjalanlah terus bersama Tuhan. Bangun relasi yang intim dengan Tuhan. Sehingga dengan demikian hati kita akan selalu dekat dengan Tuhan, dipenuhi oleh kasih Tuhan, sehingga buah Roh, kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kebaikan, kesetiaan, kelembutan dan penguasaan diri senantiasa muncul dari dalam hati kita dan terwujud keluar dalam pikiran dan tindakan. From inside to outside. (PDW).

Image result for mark 7:14-23