Iman dan Percaya

Renungan Kamis 9 Februari 2017

Bacaan: Kej. 2:18-25; Mzm. 128:1-2,3,4-5; Mrk. 7:24-30

Kuasa Allah memang  senantiasa bekerja sempurna bagi orang-orang yang percaya kepada-Nya. Apa yang dialami oleh seorang ibu yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat dapat pula terjadi pada kita yang hidup beribu-ribu tahun setelah Yesus hidup.

Pada bulan November tahun lalu, dokter mendiagnosis bahwa anak saya menderita kanker kelenjar getah bening. Tentu saja saat itu kami merasa shock dengan diagnosis itu. Dokter menyarankan untuk segera melakukan kemoterapi. Secara emosional, saya juga tidak bisa menggambarkan apakah saya harus sedih, takut atau bagaimana membayangkan penderitaan dan efek dari kemoterapi yang akan dialami oleh anak saya. Tetapi satu hal yang membuat saya bersyukur adalah iman anak saya yang mengatakan, “Sedih dan menangis tidak ada gunanya, yang penting doa, hidupku juga bukan milikku.” Kata-katanya membawa harapan dan menebarkan tekat yang kuat bagi saya.

Berkat pertolongan Tuhan yang selalu ada di masa-masa yang  sukar dalam hidup saya dan dengan kemauan anak saya yang  kuat untuk sembuh, setelah melewati empat kali kemoterapi, hasil USG menyatakan ukuran kanker sudah mengecil. Terpujilah nama Tuhan yang sudah menunjukkan mujizat-Nya bagi kami sekeluarga. 

Tuhan tidak pernah menjanjikan hidup itu akan mudah untuk dijalani, tetapi justru lewat berbagai kesulitan dan masalah yang Tuhan ijinkan terjadi, iman kita makin bertumbuh. Hendaknya kita mempunyai iman yang kuat sehingga kuasa Tuhan Allah benar-benar bebas bekerja di dalam diri kita.

Semua permasalahan hidup tidak dapat diselesaikan hanya dengan semangat yang rapuh dan loyo. Kemauan dan tekat yang kuat merupakan penggerak yang menghasilkan mujizat yang membawa kita keluar dari kesulitan kita.

Tuhan memberkati.

LF