Allah Mengerti, Allah Peduli

Renungan Sabtu 4 Februari 2017

Bacaan : Ibr. 13: 15-17,20-21; Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6; Mrk. 6:30-34

“Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya  oleh belas kasihan kepada mereka,…..” (Mrk 6:34)

Ketika kita sukses menyelesaikan suatu pekerjaan, maka hati kita akan dipenuhi sukacita. Demikian pula pengalaman para murid Yesus ketika mereka kembali dari tugas yang dipercayakan kepada mereka. Pada saat mereka kembali, Yesus pun mengajak mereka untuk menyingkir ke suatu tempat yang sunyi untuk merefleksikan kembali pengalaman mereka masing-masing. Dalam hal ini, Yesus mau mengajarkan kepada mereka akan pentingnya membagi waktu untuk menimba kekuatan dari Tuhan, sehingga mereka mampu melawan godaan yang datang.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak pernah lepas dari godaan yang menyesatkan. Untuk mengatasi godaan itu, kita harus menimba kekuatan dari Allah lewat relasi pribadi kita dengan Tuhan. Kekuatan yang kita peroleh dari Tuhan akan memampukan kita untuk melihat sesama yang membutuhkan bantuan kita. Di sinilah kita dituntut untuk memiliki hati seperti Yesus sehingga kita mampu membantu semua orang yang membutuhkan pertolongan. Tuhan mengajak kita semua untuk mempunyai sikap peduli kepada sesama.

Dunia dan jaman sekarang di mana kita tinggal banyak kesusahan dan penderitaan. Bagaimanakah kita sebagai murid Yesus bisa meneladan sikap Yesus yaitu dengan ikut berbelarasa seperti Yesus? Meneladani Yesus yang penuh kasih adalah sebuah panggilan bagi kita semua.

Bagaimanakah reaksi kita bila melihat, mendengar dan mengetahui penderitaan yang menimpa seseorang? Yesus memberikan keteladanan supaya kita bisa ikut berbelarasa. Sebagai murid Yesus yang beriman penuh percaya pada Yesus sebagai Tuhan dan satu-satunya juru selamat, kita tidak boleh bersikap acuh tak acuh atau tidak peduli dengan apa yang terjadi pada sesama kita. 

Kita harus meneladan sikap Yesus yang mempunyai rasa belas kasihan kepada orang yang membutuhkan. Apa yang harus kita lakukan untuk dapat memberi kekuatan, atau meringankan beban yang sedang menimpa sesama kita? Belas kasihan yang kita miliki akan senantiasa mendorong kita untuk peduli, bermurah hati dan melakukan aksi.

Sesungguhnya terdapat beberapa pesan yang dapat kita teladan dari kisah Injil hari ini, antara lain :

  1. Kasih – Yesus berbelas kasih kepada orang-orang yang datang kepada-Nya. Hati Yesus terdorong oleh belas kasihan.
  2. Peduli – Yesus peduli kepada orang yang haus akan Firman-Nya. Yesus peduli terhadap kesusahan dan penderitaan yang kita alami.
  3. Berkat – Yesus senantiasa menyediakan berkat bagi kita yang rindu akan Firman-Nya.
  4. Terlibat – Yesus rindu kita terlibat dalam karya pelayanan dan melakukan mujizat bersama-Nya.

Jika Tuhan berkenan, Ia akan mengubah hal yang kecil atau biasa menjadi luar biasa. Sebaliknya, apa yang kita miliki, seberapa besar pun itu, tidak akan pernah menjadi mujizat jika kita hanya menggenggamnya dan mencengkeramnya erat-erat dan tidak melibatkan Tuhan. Akan berarti apa yang kita miliki jika Tuhan ada di dalamnya.

Mengakhiri renungan hari ini dengan menyanyikan lagu Allah Peduli sebagai wujud doa kita hari ini.

Banyak perkara
Yang tak dapat ku mengerti
Mengapakah harus terjadi
Didalam kehidupan ini

Satu perkara
Yang ku simpan dalam hati
Tiada satu pun kan terjadi
Tanpa Allah peduli

Reff.   Allah mengerti, Allah peduli
           Segala persoalan yang kita hadapi
           Tak akan pernah dibiarkannya    
           Ku bergumul sendiri, s’bab Allah peduli

Berkat dan kasih Tuhan senantiasa menyertai kita. Amin.

VRE