Hukum Allah Di Atas Adat Istiadat

Renungan Selasa 7 Februari 2017

Bacaan: Kej. 1:20-2:4a; Mzm. 8:4-5,6-7,8-9; Mrk. 7:1-13

Yesus berkata pula kepada mereka: “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri. (Mrk 7:9)

Adat istiadat atau hukum adat dibuat manusia untuk menata kehidupan agar tercipta keselarasan, kebaikan, kedamaian dan keamanan bersama dalam lingkungan masyarakat itu sendiri.

Hukum Allah atau perintah Allah merupakan suatu tatanan kehidupan yang lebih tinggi, lebih baik dibandingkan dengan hukum adat istiadat setempat. Namun banyak orang memutar balikkan kata-kata yang ada agar dapat menghindar dari Hukum Allah.

Sebagai contoh, perintah Allah yang berbunyi: “Hormatilah ayahmu dan ibumu.”

Apakah kita sudah benar benar melakukannya?

Apakah kita sudah memperhatikan dan mengasihi orang tua kita, minimal seperti mereka telah mengasihi dan memelihara kita?

Berapa banyak orang tua yang tinggal di rumah sendiri dan kesepian, walaupun mereka memiliki banyak anak?

Semoga dengan merenungkan hukum kasih dan melaksanakan sabda Tuhan dalam kehidupan kita, berkat Tuhan melimpah dalam kehidupan kita semua. (DL)