Waktunya Genap, Kerajaan Allah Sudah Dekat

Renungan Selasa 10 Januari 2017

Bacaan: Ibr. 2:5-12; Mzm. 8:2a,5, 6-7, 8-9; Mrk. 1:21b-28.

WAKTUNYA TELAH GENAP; KERAJAAN ALLAH SUDAH DEKAT

“Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” (Mrk 1:15)

Setelah Yohanes Pembaptis ditangkap, Yesus mulai tampil di depan khalayak ramai. Yesus mewartakan Kabar Baik Kerajaan Allah. “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” Yesus menyerukan pertobatan dan percaya kepada Injil. Inilah misi utama Yesus Sang Mesias datang ke dunia.

Beragam cara khalayak ramai menanggapi seruan Yesus. Ada yang percaya. Banyak juga yang tidak percaya bahkan menolak-Nya. Dan Alkitab mencatat, di tepi danau Galilea, Yesus menemukan orang-orang yang mau mendengarkan seruan-Nya. Mereka sedang menjala ikan. Yesus memanggil para nelayan itu, seperti  Andreas, Simon Petrus, Yakobus, Yohanes menjadi murid-murid pertama-Nya. Yesus berkata kepada mereka “Mari, ikutlah Aku” dan mereka segera mengikuti Yesus.

Seruan yang sama, yang ditujukan kepada setiap orang, terus bergema sampai sekarang. Seruan ini merupakan panggilan kepada setiap orang untuk memperoleh dan mengalami kasih Allah. Seruan ini juga akrab kita dengar, terutama untuk kita semua yang telah bergabung di SEP/KEP. Bukankah seruan ini mengingatkan kita pada pelajaran Misi Evangelisasi (ME) tentang Evangelisasi dan Pendalaman serta tentang Kerajaan dan Keselamatan?

Sejenak mengingat kembali  bagian awal Evangelisasi dan Pendalaman, Evangelisasi berasal dari kata Yunani: eu-angelion yang berarti kabar baik atau kabar gembira.

Dalam sejarah kuno, apabila ada suatu kerajaan pergi berperang, selain membawa pasukan perang, mereka akan membawa budak-budaknya. Bila kerajaan itu berhasil mengalahkan musuh dan memenangkan peperangan, maka panglima atau pemimpin perang akan menyuruh para budaknya untuk kembali kepada Raja, memberitakan kemenangan kepada Raja. Sebagai upahnya budak tersebut dianugerahi kebebasan menjadi orang ”merdeka”, sehingga di dalam membawa kabar gembira, ia berlari kencang, menari-nari dengan sukacita.

Hal yang sama, kita alami sebagai umat Kristiani. Kita bersukacita melakukan evangelisasi karena kita membawa berita sukacita – Kabar Baik – Kabar Gembira bahwa Yesus Kristus Anak Allah yang menjelma menjadi manusia, menawarkan keselamatan kepada segenap umat manusia.

Dan Kabar Baik Kerajaan Allah merupakan pusat dari pewartaan dan pelayanan Tuhan Yesus Kristus. Kerajaan Allah bukanlah suatu tempat. Ia tidak dibatasi ruang dan waktu. Ia tinggal di dalam hati setiap orang yang mau menyerahkan dirinya pada rencana kasih Allah. Kerajaan Allah merupakan kehadiran Bapa, Putera dan Roh Kudus, yang secara aktif mencurahkan kasih, keadilan dan belas kasih di dalam dunia ini.

Kerajaan Allah adalah Allah yang meraja atas semua ciptaan-Nya, yang mencurahkan kasih dan kuasa-Nya kepada manusia, sehingga manusia memperoleh keselamatan dan pembebasan.

Atas dasar seruan ini dan Perutusan Agung, lewat kelas ME kita umat Katolik memperoleh proses pembinaan agar dapat melakukan tugas perutusan untuk menjadi saksi Kristus dan mewartakan Kabar Baik. Lewat kelas ME ini kita semua dihantar pada pengalaman akan Injil, agar kita dapat membagikan apa yang telah kita alami kepada banyak orang. Di kelas ME inilah kita masing-masing pribadi didorong mengalami pertumbuhan iman dan pembaharuan hidup lewat relasi pribadi dengan Allah Tritunggal dengan berdoa, membaca, mendengarkan Firman-Nya setiap hari.

Mungkin saya termasuk orang yang beruntung bisa bergabung di SEP/KEP, terlebih lagi dapat memperoleh kesempatan untuk mengajar di kelas ME. Saya beruntung karena ketika saya sedang mempersiapkan diri, bersimulasi untuk pengajaran, Roh Kudus kerap kali membukakan banyak pengertian, kedalaman dari kata atau kalimat yang ada di dalam buku ME. Saya beruntung karena pada saat saya mengajar dan berbagi dengan banyak para peserta, Roh Kudus secara luar biasa mengajar diri saya pribadi dan sekaligus para peserta. Saya beruntung karena dengan mengajar, saya tidak hanya membagikan pengetahuan, tetapi dapat membagikan pengalaman akan relasi dengan Allah Tritunggal kepada banyak orang. Dan tentu masih banyak lagi keberuntungan yang saya peroleh ketika bergabung dengan SEP/KEP.

Tuhan Yesus, kami mengucapkan syukur dan terima kasih untuk keberuntungan yang Engkau berikan kepada kami, untuk bergabung di SEP. Saya percaya, Engkau juga akan memberikan keberuntungan ini kepada banyak orang yang percaya untuk dapat bergabung dalam SEP/KEP sehingga mereka dapat memperoleh, mengalami relasi pribadi dengan Allah Tritunggal. Ajar dan bimbing kami agar dapat senantiasa setia, tulus, dan penuh suka cita untuk membagikan Kabar Baik-Mu kepada banyak orang. Amin.

Tuhan memberkati.

Setiadi Santoso