Memiliki Kristus

Renungan Senin 30 Januari 2017

Bacaan: Ibr. 11:32-40; Mzm. 31:20,21,22,23,24; Mrk. 5:1-20

Shalom! Pada perenungan Injil hari ini dikisahkan tentang Yesus mengusir setan dan membiarkan para setan itu merasuki para babi. Dari kisah tersebut Tuhan mau menyatakan perbedaan yang kontras antara seseorang yang memiliki Kristus dalam hati serta hidupnya dengan seseorang yang belum memiliki Kristus baik dalam hati serta hidupnya. Namun terlebih dari itu semua, Tuhan juga menyatakan pertolongan-Nya yang nyata bagi kita yang rindu untuk memiliki Dia dalam hidup kita.

Dalam bacaan Injil hari ini diceritakan bahwa orang yang kerasukan setan tersebut berasal dari pekuburan, orang yang kuat dan susah diatur, serta orang itu merupakan teror dan siksaan bagi masyarakat. Dalam refleksi hidup kita, ketika kita “kerasukan setan” atau tidak memiliki Kristus secara tak sadar kita menunjukkan 3 ciri hidup yang sama dengan orang yang kerasukan setan. Ketika telah dikuasai oleh keegoisan, kita cenderung untuk susah bersyukur dan menyalahkan keadaan hidup kita seperti keadaan di pekuburan, merasa bahwa hidup kita sudah tidak ada artinya. Ciri yang kedua adalah kuat dan susah diatur yang artinya hidup kita menjadi pribadi yang keras dan menolak semua pembentukan Tuhan. Bagaimana kita mau dibentuk oleh Tuhan ketika kita mengeraskan hati dan menolak semua ajaran? Bila kita berada dalam keadaan seperti ini, seharusnya kita sadar bahwa ada sosok yang lebih kuat daripada Tuhan yang mungkin adalah kepentingan kita sendiri. Ciri yang ketiga adalah orang yang kerasukan setan merupakan teror dan siksaan bagi masyarakat. Sebagai anak Tuhan kita memiliki tugas yaitu sebagai pembawa damai, pemberi warta sukacita, serta menyelamatkan banyak jiwa melalui keseharian hidup kita bersama Tuhan. Namun ketika kita tidak melekat kepada sumber damai itu, maka kehadiran kita pun menjadi ancaman bagi orang lain. Orang-orang di sekitar kita pun menjadi enggan mendekat karena mungkin kita menjadi pribadi yang pemarah, suka menggerutu, dan kurang bersyukur.

Saudara-saudari yang terkasih, di dalam bacaan Injil ini juga Tuhan tidak tinggal diam melihat kondisi seseorang yang kerasukan setan tadi. Tuhan adalah Tuhan yang berkuasa atas kehidupan kita, inilah yang akan membantu kita dalam mengusir segala keegoisan yang ada dalam diri kita. Kunci agar kita bisa memiliki Kristus adalah sikap kerendahan hati kita di mana kita sadar bahwa kita memerlukan Dia. Ketika Roh Tuhan sudah merasuki diri kita, secara otomatis Dia-lah yang akan berkuasa dan mengadakan mujizat yang baru yaitu perubahan hidup yang nyata dalam diri kita. Mari saudara-saudari yang terkasih, kita berdoa dengan sepenuh hati agar Tuhan terus merasuki hidup kita dan bertahta atas hidup kita. Amin. (LT)