Kuasa Mengalahkan Kejahatan

Renungan Senin 23 Januari 2017

Bacaan: Ibr. 9: 15,24-28; Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4,5-6; Mrk. 3:22-30

“Tetapi tidak seorangpun dapat memasuki rumah seorang yang kuat untuk merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu. Sesudah itu barulah dapat ia merampok rumah itu.” (Mrk 3:27)

Pada zaman Yesus hidup di dunia ini, pekerjaan iblis nyata lewat orang-orang yang dirasuki iblis. Tapi rupanya pada zaman sekarang, pekerjaan iblis semakin halus dan tidak kentara, tidak hanya memecah belah rumah tangga, namun perpecahan mulai masuk dalam komunitas gereja, bahkan mengancam perpecahan bangsa sebagaimana saat ini ramai dibicarakan yaitu kubu yang pro dan yang kontra (Ahok). 

Iblis telah meniupkan bara api kemarahan, dendam, saling balas dan serang lewat berita-berita hoax, pahit hati, dan kebencian. Paham-paham new age mulai tersebar di mana-mana, bahkan gereja anti Kristus mulai membuka cabang-cabangnya di berbagai negara. Iblis bekerja siang malam 24 jam tanpa henti seperti singa yang dengan sabar menanti dan mengendap-endap sampai dapat menerkam mangsanya.

Salah satu tujuan kedatangan Yesus ke dunia ini adalah untuk mengikat Iblis dan membebaskan mereka yang diperbudak olehnya. Dan sebagai anak Allah kita sudah diberi Kuasa untuk mengalahkan iblis lewat kematian Tuhan Yesus di kayu salib dan kebangkitan-Nya (Ibr 9:15), Ia telah mengalahkan maut dan menang atas dosa, kejahatan dan iblis. 

Oleh sebab itu mari kita gunakan Kuasa untuk mengalahkan kejahatan ini (Mrk 3:27) dan ‘merampok’ rumah itu artinya membebaskan diri kita dan orang lain dari kuasa kejahatan. Berarti kita masuk dalam peperangan rohani. Langkah-langkah untuk dapat menggunakan Kuasa tersebut yaitu : 

  1. Kita tidak boleh takut sebab Yesus sudah menang atas musuh-Nya yaitu iblis, maka kita juga harus percaya (iman) bahwa kita telah diberi kemenangan.
  2. Doa dan puasa tidak boleh kita tinggalkan. 
  3. Mengejar kekudusan harus selalu kita upayakan, meninggalkan segala sesuatu yang tak berkenan di hadapan-Nya. 
  4. Rendah hati, urapan Roh Kudus, dan Firman Tuhan. 
  5. Menyambut sakramen-sakramen gereja untuk menerima rahmat Tuhan.

Doa: Bapa, aku siap masuk dalam peperangan rohani. Bimbinglah aku ya Roh Kudus. Amin.

Tuhan memberkati.

PPT