Kesaksian Akan Kebenaran

Renungan Minggu 15 Januari 2017

Bacaan: Yes. 49:3,5-6; Mzm. 40:2,4ab,7-8a,8b-9,10; 1Kor. 1:1-3; Yoh. 1:29-34

“aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah” (Yoh 1:34)

Baru-baru ini ramai diberitakan mengenai kesaksian dari salah seorang saksi sidang kasus Ahok, menjadi ramai karena ternyata saksi tersebut memberikan kesaksian berdasarkan melihat rekaman/video dari peristiwa yang menjadi kasus tersebut. Seorang pakar hukum menulis dalam salah satu media, bahwa seseorang dianggap sah sebagai saksi apabila ia melihat atau mendengar langsung dan berada di tempat tersebut ketika peristiwa tersebut terjadi.

Seorang saksi adalah orang yang melihat atau mendengar langsung. Melalui seorang saksi, kebenaran dapat diungkapkan. Ketika seorang yang melihat tidak bersedia memberikan kesaksian tidak jarang seorang yang benar dinyatakan bersalah atau sebaliknya. Ketika kebenaran diungkapkan akan menyelamatkan orang yang tidak bersalah.

Yohanes pembaptis telah memberikan kesaksian dari apa yang dilihatnya dan kesaksian itu menyelamatkan banyak orang, melalui bacaan hari ini saya kembali menyadari keenganan saya memberikan kesaksian akan kasih Tuhan dan penyertaan-Nya yang saya alami merupakan suatu “kejahatan” kepada orang lain karena apa yang seharusnya boleh dia dengar dan menjadi suatu sarana untuk menyelamatkannya telah saya tutupi.

Doa: aku bersyukur atas kebaikan dan kasih-Mu yang selalu aku alami sepanjang hidupku, mampukan aku ya Tuhan untuk selalu menceritakan pengalaman akan kasih-Mu dalam hidupku, tunjukkan juga kepada siapa hari ini aku harus bersaksi.

FS