Diganjar oleh Ketekunan

Renungan Jumat 27 Januari 2017

Bacaan: Ibr. 10:32-39; Mzm. 37:3-4,5-6,23-24,39-40; Mrk. 4:26-34

…kamu banyak menderita karena kamu harus bertahan dalam perjuangan yang berat – Ibr 10:32b

Tampaknya bacaan-bacaan hari ini mau menekankan kepada kita perlunya bertekun dan bersabar sampai kesudahannya.

Pasti Tuhan sudah sangat maklum dengan sifat manusia yang maunya serba cepat; kalau tidak kelihatan dampak dari suatu tindakan yang berubah, manusia tidak puas karena merasa belum ada bukti.

Banyak orang mengomel, “Aku sudah berubah, kenapa suamiku belum berubah?” atau  “Aku sudah bertobat, kenapa hidupku masih susah? Kapan Tuhan mau pulihkan aku?”

Sesudah kita menerima terang, yaitu Kristus, bukan dalam pengertian dibaptis, tetapi mengikuti Yesus, Sang Guru dalam keseharian kita, sebagai seorang murid yang selalu mencoba berjalan dalam ketetapan-ketetapan-Nya, ternyata mempertahankan terang itu tidaklah mudah.

Kita taat melakukan ajaran-ajaran-Nya, menghindari dosa dengan segenap tenaga, tapi berkat Tuhan yang kita terima seringkali tidak seperti yang kita harapkan.

Menghadapi hal demikian, tidak jarang orang menjadi lelah dan putus asa, tidak bergairah lagi melakukan kehendak Tuhan. Orang yang putus asa dalam pelayanan, juga sering mundur dari segala kegiatan, karena merasa sia-sia pelayanannya, tidak diterima dengan baik.

Dalam Injil, Yesus mengingatkan kita, bahwa seorang penabur tidak menunggui benih yang ditaburkannya tumbuh, melainkan meninggalkan benih itu bertumbuh. Bagaimana benih itu tumbuh ia tidak mengerti. Demikian pun saat kita melayani orang lain atau keluarga, dan kita merasa tidak digubris, atau tidak ada perubahan terjadi pada orang yang kita layani, sebaiknya kita biarkan Tuhan Allah yang berkarya. Biarlah Tuhan yang berproses dengan orang yang kita layani.

Jangan membatasi Tuhan dengan tuntutan dampaknya harus seperti ini atau itu. Percayakan kepada Tuhan agar Dia mengusahakan yang terbaik. Bila Anda menantikan perubahan sikap orang kita kita kasihi, ingatlah bahwa benih kebaikan yang kau tanamkan, akan tumbuh pada waktu yang tepat yang ditentukan Tuhan. Bersabarlah dalam keyakinan bahwa Tuhan membuat segalanya indah pada waktunya.

Tuhan memberkati.

HCLK