Bertobatlah, Kerajaan Surga Sudah Dekat

Renungan Minggu 22 Januari 2017

Bacaan: Yes. 8:23b-9:3; Mzm. 27:1,4,13-14; 1Kor. 1:10-13,17; Mat. 4:12-23 (Mat. 4:12-17)

Dalam bacaan Injil Matius dikatakan bahwa Yesus menjadikan Kapernaum, daerah di pantai barat Danau Galilea sebagai basis kegiatan pelayanan-Nya. Hal ini oleh Matius dikatakan sebagai pemenuhan nubuat Yesaya. Kapernaum merupakan desa nelayan, dan murid-murid pertama yang dipanggil-Nya adalah nelayan. Mereka dengan segera dan sepenuh hati menjawab panggilan Yesus. Mereka meninggalkan jala untuk mengikuti Yesus. Alangkah indahnya seandainya jawaban kita kepada Yesus juga sepenuh hati seperti mereka.

Yesus menyerukan kata-kata yang sama seperti Yohanes Pembaptis, ”Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat”. Tetapi ketika diucapkan oleh Yesus, seruan ini mempunyai arti yang sedikit berbeda. Yohanes mengetahui apa yang akan terjadi, sedangkan Yesus mengetahui apa yang sedang terjadi. Dia adalah Allah yang menyatakan kehadiran dan kuasa-Nya yang sedang membangun kerajaan-Nya di atas bumi. Yohanes menggambarkan tentang Allah yang melaksanakan penghakiman, memberi ganjaran yang baik dan menghukum yang jahat. Tetapi untuk saat ini Yesus tidak berbicara tentang penghakiman. Dia berkeliling memberitakan Injil Kerajaan Allah dan menyembuhkan yang sakit.

Tanggapan yang diharapkan oleh Kristus sendiri adalah pertobatan. Pertobatan bukan sekedar perubahan hidup dari yang tidak percaya menjadi percaya kepada Kristus. Pertobatan ini juga menyangkut perjuangan untuk mengarahkan kembali hidup kepada Allah melalui Yesus Kristus .Yesus yang  telah datang untuk menjadi terang bagi orang yang diam dalam kegelapan, membawa kesembuhan kepada yang menderita sakit dan membebaskan yang kerasukan. Yesus adalah pembawa kabar baik Injil. Melihat perbuatan-perbuatan Yesus, tidaklah mengherankan jika murid-murid pertama segera memberikan tanggapan kepada-Nya. Mereka tertarik kepada Dia yang membawa kabar baik dari Allah dan menyembuhkan orang sakit.

Refleksi bagi kita, apakah kita sungguh-sungguh menghayati bahwa kita berada dalam kondisi seperti wilayah Zebulon dan Naftali yaitu berada dalam terang Kristus? Apakah kita juga sudah mensyukuri situasi ini? Atau jangan-jangan kita tidak sadar bahwa kita ada dalam Terang, tidak sadar bahwa kita masuk dalam area rahmat Allah dan akibatnya tidak mau bereaksi apa-apa terhadap rahmat Allah tersebut?

Doa: Tuhan Yesus Kristus, terima kasih Engkau membawa kabar baik dari Allah. Aku bersyukur karena Engkau mengulurkan tangan-Mu untuk menyembuhkan dan membebaskan aku dari dosa. Berilah aku rahmat agar selalu setia mengikuti-Mu. Amin.

EH