Berbuat Kebenaran

Renungan Rabu 4 Januari 2017

Bacaan: 1Yoh. 3:7-10; Mzm. 98:1,7-8,9; Yoh. 1:35-42

1 Yoh 3:7-10 berbicara tentang dosa. Sangat jelas hanya ada dua hal yaitu dosa dan tidak dosa. Berasal dari Allah dan berasal dari iblis. Benar dan tidak benar.

Pergumulan antara benar dan tidak sudah lama terjadi sejak manusia pertama. Dan bahkan manusia pertama sudab kalah dengan pergumulan ini dan mereka melakukan hal yang dilarang oleh Allah. Seiring berjalannya waktu, benar dan salah semakin lama semakin tipis. Hal yang dulu dianggap salah, akhir-akhir ini menjadi semakin kabur. Tetapi kita sebagai orang-otang yang mengerti tentang kebenaran, hendaklah kita tetap berpegang pada kebenaran.

Dituliskan:
– jangan biarkan siapapun menyesatkan kita
– harus berbuat benar, sama seperti Kristus adalah benar
– berbuat dosa, berasal dari iblis
– anak Allah menyatakan diri-Nya untuk membinasakan perbuatan iblis
– orang yang lahir dari Allah tidak berbuat dosa
– orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah

Pertanyaannya, mengapa orang yang mengatakan dirinya adalah anak Allah, terap saja bisa melakukan hal yang tidak benar? Apakah kita selalu berbuat kebenaran? Kita tidak bisa bertahan untuk tetap benar, jika hanya mengandalkan diri sendiri. Kita harus senantiasa berdoa, agar kita tetap berada dalam kebenaran. Bersama dengan Roh Kudus, selalu memohon bimbingan dan ajaran-Nya, agar kita selalu mampu untuk melakukan hal yang benar. Benar yang dimaksud adalah benar menurut pandangan Tuhan. Bukan benar menurut pembenaran diri kita sendiri. Menyingkirkan keakuan kita, terus membiarkan Tuhan yang bertahta dan berkuasa atas diri kita.

Di momen tahun baru ini, marilah kita terus berusaha menjadi semakin benar dan menyerahkan segala keinginan kita kepada Tuhan, agar Dia menguasai seluruh aspek kehidupan kita. (ADJ)